Warga Kraton Pasuruan Memilih BPD secara Demokrasi luber dan Jurdil

Pasuruan (wartaonline.co.id) 24/4

Untuk menjalankan amanat pesta Demokrasi yang bebas jurdil dan bebas KKN diawali kesadaran dari masyarakat. Salah satunya saat ini di lakukan oleh panitia Pemilihan calon Anggota BPD (Badan Permusyawaratan Desa).
Desa Kraton Kecamatan Kraton kab. Pasuruan menerapkan pemilihan calon anggota BPD dengan sistem penjaringan dari RT/RW atau dukuh yang diusulkan menjadi wakilnya di desa.

Dengan cara penjaringan dari perwakilan dari perdukuhan ini masyarakat kenal latar belakang dengan calon anggota BPD.

Husein salah satu calon anggota BPD dukuh tunggaan mengatakan ” ya dengan sistem ini pemilihan calon anggota BPD akan lebih fair dan transparan di masyarakat, tidak ada suap menyuap dan kkn ” katanya saat di hubungi wartaonline.co.id.

Badan Permusyawaratan Desa (BPD) menurut UU no. 6 tahun 2014 adalah badan yang mengawasi jalannya pemerintahan desa yang mendapatkan SK. dari pemerintah kabupaten / Bupati Pasuruan .
Pemerintahan desa kraton akan menetapkan 5 anggota BPD desa kraton termasuk ketua untuk mendapatkan SK. dari bupati.

Dari penjaringan calon anggota BPD desa Kraton di peroleh nama nama sebagai berikut : M. Toib, Dukuh Krajan . Husein Dukuh Tunggaan 1 , Farikha Dukuh Tunggaan 2 , Mahcfud Dukuh Ngemplak dan perwakilan perempuan (Lusi dan Sugi) akan dilakukan pemilihan tanggal 29 april 2019 di balai desa kraton.

M.Toib salah satu anggota BPD terpilih dari Dukuh krajan mengatakan ” saya siap menjalankan amanah dari masyarakat untuk kemajuan Desa Kraton lebih baik” katanya

sementara Kang sobari pengamat politik yang tinggal di pasuruan ketika di hubungi mengatakan ” pemilihan calon pemimpin dengan cara penjaringan mulai dari seleksi tingkatan bawah akan menimimalisir biaya dan bebas dari suap serta kkn akan menghasilkan calon-calon pemimpin berkwalitas” katanya. (sob/tim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »