Sobari : Satu santri santri Satu Buku jelang 1 Abad NU

Surabaya (wartaonline.co.id) 23/2

Ugntuk mendokunentasikan sejarah para pejuang Nahdlatul Ulama (NU) dan sekaligus menulis tentang keagamaan.

Santri dihimbau bisa menulis sejarah perjuangan para ulama dan kiprahnya dalam merebut kemerdekaan dan mengisi kemerdekaan sekarang ini.

Dalam Rakorwil se jatim Lembaga Ta’lif wan Nasr Nahlatul Ulama Jawa Timur yang di gelar aula PWNU Jatim Ruang Salsabila ( 23/2) ada beberapa poin yang di hasilkan dalam rakorwil itu yang intinya salah satunya membuat kesepakatan membuat konten medsos dañ menjalin kerjasama dengan asosiasi siaran Radio swasta Indonesia dan kpid jawa Timur.

Dalam Rakorwil Ltn Nu se jatim itu hadir dari KPID Jawa Timur.kang Riyadi Ngasiran pimpred majalah Aula dan ayunda dari majalah Aullea dan banyak lagi jurnalis media media wong nu.

kang Sobari dari utusan LTN NU Pasuruan mengusulkan santri bisa menulis yakni “Satu santri satu buku” jadi santri minimal bisa menulis buku sejarahnya kyai dan kiprahnya atau minimal 1 lembar bigrafi ponpes dan kiprahnya ponpes dia mengaji.

“seandainya gerakan satu santri satu buku ini bisa terwujud akan menambah literasi nasional yang dibutuhkan oleh para generasi penerus bangsa di masa yang akan datang itu harapan kang sobari” katanya. )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »