Segarnya Teh Secang dari Pegunungan Parang Magetan

Magetan (wartaonline.co.id) 26/2

Sumber daya alam yang melimpah di bumi nusantara indonesia ini masih belum sepenuhnya di manfaatkan oleh masyarakat indonesia. salah satunya tanaman secang tumbuhan yang tumbuh di daerah pegunungan ini bisa dimanfaatkan untuk minuman teh dan bahan baju rempah-rempah.

Kayu secang yang diolah merupakan kayu yang telah berumur puluhan tahun dan di kelola dalam kawasan hutan yang lestari.
Untuk menjamin ketersediaan dan kelestarian bahan baku telah dilakukan kerjasama dengan PERUM PERHUTANI KPH Madiun seluas 164 h yang masuk dalam kawasan pangkuan LMDH Langgeng makmur desa Sayutan kec. Parang Kab.magetan jawa Timur.

Pada jaman belanda secang ditanam dalam kawasan hutan sebagai tanaman pagar karena tanaman ini berduri tajam sehingga dapat menghambat penggembala ternak masuk ke hutan.

Pohon secang berdaun kecil kecil dan pohonya berduri ini ternyata bisa di gunakan sebagai bahan baku teh yang berkhasiat untuk kesehatan.

Budi Siswanto pemuda Asal Parang kabupaten Magetan jawa Timur ini, telah mecoba mengolah pohon secang yang tumbuh liar di pegunungan ini sebagai bahan baku Teh dan rempah-rempah.

Saat ini budi membuat aneka olahan dari bahan baku kayu secang . bisa dibuat wedang secang dan rempah-rempah mulai dikembangkan dengan beberapa varian produk seperti SECANG REMPAH/wedang uwuh,SECANG CABE PUYANG, SECANG ORIGINAL.

Selaras dengan perkembangan pasar produk herbal yang semakin diminati seperti saat ini kami terus melakukan inovasi dalam menjawab berbagai tuntutan kebutuhan pasar yang berkembang.

Caranya pohon secang di kupas diambil kayunya kemudian di lembutkan di bungkus seperti Teh celup. kayu secang berwarputih itu jika di seduh air bisa berubah menjadi merah.
jika di minum air Teh Secang ini dengan air hangat bisa menghangatkan tubuh dan mencegah diabetes.

Budi berharap ada investor yang bisa membiayai produksi Teh Secang ini kemudian bisa di pasarkan secara luas di seluruh plosok nusantara. sementara ini dia masih produksi sebatas memenuhi pesanan saja jadi masih belum produksi masal.

Dengan kemasan dan kasiat produksi Teh dari bahan baku pohon secang ini dia yakin akan bisa bersaing dengan produk teh yang sudah ada. menggingat bahan baku melimpah tidak kwatir akan kekurangan bahan baku. “katanya kepada wartaonline.co.id (sob/zi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »