Komnas Pendidikan Utamakan kejujuran, Perangi Narkoba dan Anti Kekerasan

Komnasdik Provinsi Jawa Timur Prioritaskan Pendidikan Kejujuran, Menghargai Perbedaan, Anti Narkoba dan Kekerasan

Surabya Wartaonline.co.id (12/10)

Komite Nasional Pendidikan Provinsi (Komnasdik) Provinsi Jawa Timur (Jatim) dibentuk bukan untuk menjadi lembaga oposan pemerintah, melainkan sebagai patner dalam meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) juga kontrol terhadap kebijakan pemerintah dibidang pendidikan, serta bentuk kontrol kepada pelaku pendidikan.
Hal ini di sampaikan oleh , Kunjung Wahyudi, ST, M.CS Ketua Komnasdik Provinsi Jatim, pada saat pelantikan Komnasdik Provinsi Jatim, Kabupaten/Kota di Kantor Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Rabu (10/10) lalu.

Kata Kunjung, dengan visi ‘Menjadi Bangsa Berkarakter, Cerdas, dan Berdaya Saing Global’ diharapkan Komnasdik dapat mengupayakan terciptanya pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan yang bermutu bagi seluruh rakyat Indonesia. Juga meningkatkan profesionalisme dan akuntabilitas lembaga pendidikan sebagai pusat pembudayaan ilmu pengetahuan dan pembentukan karakter bangsa. Dan mengupayakan kehidupan masyarakat Indonesia.” katanya.

Kunjung menyoroti bahwa perilaku kehidupan kebangsaan ini mengalami kemerosotan. Perbaikan yang diharapkan pasca reformasi justru ada kecenderungan tatanan kehidupan masyarakat kurang baik. Seperti masalah kejujuran, kurangnya menghargai perbedaan dan masalah narkoba dan kekerasan.

“Banyaknya kepala daerah yang ditangkap KPK karena terlibat korupsi. Jika ini dibiarkan maka generasi mendatang akan lebih terpuruk dan kredibilitas bangsa rendah,” ungkapnya oleh sebab itu pendidikan harus membangun kepribadian peserta didiknya menjadi generasi jujur.

Karena itu, lanjut Kunjung memberikan kesempatan kepada setiap warga negara untuk mengenyam pendidikan yang baik, dan tidak mengkotak-kotakan pendidikan untuk si miskin dan si kaya setidaknya memangkas adanya diskriminasi dalam pendidikan. Kata Kunjung, termasuk permasalahan narkoba yang merambah di dunia pendidikan menjadi prioritas kerja komnasdik.

“Tiga permasalahan kejujuran, diskriminasi dan narkoba menjadi program kerja ke depan,” kata Kunjung meski masalah tidak dapat diselesaikan secara singkat namun dia optimis menyelesaikan dengan saling sinergi. Baik dari pihak Kemendikbud, Kemenristek Dikti, Kementerian Agama juga Kementerian Aparatur Negara serta BNN.

Sementara itu, Brigjen Pol Bambang Budi Santoso Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jatim dalam kesempatan itu menyampaikan apresiasi atas Komnasdik Provinsi Jatim yang memasukkan program upaya memerangi narkoba sebagai prioritas program kerja.

Jenderal Bintang satu itu tidak menampik bahwa peredaran narkoba khususnya di Jatim perlu mendapat penanganan serius. Tidak hanya tanggung jawab BNNP, melainkan tanggungjawab dari semua elemen masyarakat.

“Saya berharap pendidikan anti narkoba dilaksanakan dengan baik, massif dan secara komprehensif kepada semua lapisan masyarakat,” kata Bambang seraya meminta semua steak holder pendidikan tidak perlu menutup-nutupi jika ada anak didiknya yang kecanduan narkoba. BNNP siap merehabilitasi. (Abd/sob)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »