Marjuki Widya Iswara LPMP jatim Oprek oprek Sekolah model di Magetan

Magetan (wartaonline.co.id) 2/8

Selama satu hari penuh Dr. Marjuki. M.Pd mengoprek-oprek sekolah model di SMKN Kartoharjo Magetan. Sebelum menuju sekolah mampir dulu ke salah satu destinasi kuliner yang dimiliki Kabupaten Magetan, yaitu Nasi Pecel. Nasi Pecel Bu Parti merupakan salah icon kuliner kabupaten Magetan. Saking enaknya nasi pecel Bu Parti sampai ada tiga cabang dengan nama Nasi Pecel Bu Parti I, Bu Parti II, Bu Parti III.

Nasi Pecel Bu Parti memiliki ke khasan dan keunikan tersendiri. Pecel yang enak tersebut terdiri atas; Sawi putih, sladah air, kecambah, kemangi, mentimun, peyek kacang, peyek ikan teri, dan lantoro. Dengan sambel kacang yang pedas ditambah sajian lauk pauk yang bisa dipilih sesuai selera masing-masing. Lauk pauk terdiri atas; Ikan laut, daging empal, jeroan hati sapi, babat, telor Bali, telor ceplok, telor dadar. Laut pauk yang dipilih digunting-gunting menambah kelezatan. Cita rasa dan tekstur lauk pauk yang dipilih menambah gairah dan selera makan.

Setelah menikmati destinasi kuliner Nasi Pecel Bu Parti III yang berlokasi dekat dengan Terminal bus Maospati. Saya menuju SMKN Kartoharjo untuk mengoprek-oprek Sekolah Model Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI). SMKN Kartoharjo dalam in house training (IHT) SPMI dengan melibatkan semua Gurunya, PTK dan 5 sekolah imbas yg terdiri atas; Kepala sekolah, 1 orang Guru, 1 orang operator.

Antusiasme peserta luar biasa. Secara fisik maupun mental terlibat secara aktif dalam mengoprek-oprek konsep sekolah model. Melalui brainstorming dengan pendekatan 5W 1H berbantuan mindmap, windows shopping, penguatan penyamaan persepsi tentang sekolah model SPMI. Dilanjutkan dengan mengerjakan;
LK 1 Pemetaan Mutu,
LK 2 Perencanaan Pemenuhan Mutu
LK 3 Pelaksanaan Perencanaan Mutu
LK 4 Audit/Monev

Sesuai Kelompok Standar Nasional Pendidikan secara bergantian mempresentasikan hasil kerja kelompoknya. Melalui konfirmasi, klarifikasi, masukan dari antar kelompok, dan masukan dari Fasilitator dapat memperkuat konsep Sekolah Model SPMI.

Dalam mempertahankan semangat, antusiasme peserta perlu diintervesikan dengan kontrak belajar dan berbagai ice breaking. Ice breaking yang merupakan buatan sendiri terdiri atas;
1. Tepuk Silaturrahim
2. Senam Anti struk
3. Senam Thekmu Thekmu Thokno
4. Senam Tolak Balak
5. Senam Heiho
6. Senam SPMI
7. Dan lain-lain

Dengan intervensi ice breaking suasana menjadi aktif, dinamis, dan kerja kelompok, peserta dapat bekerja dan bergembira. Learning by doing dan doing by learning betul-betul terjadi. Demikian juga learning Community dapat berjalan dengan baik.

Diakhir kegiatan semua peserta dalam kelompoknya mampu mengilustrasikan mutu pendidikan masa depan di sekolahnya dalam bentuk gambar jika sekolah model SPMI berhasil. Gambar mutu pendidikan masa depan sebagai impian visioner para eksekutor pendidikan akan dilatminating dan dipasang di ruang guru.

Alhamdulillah semua peserta merasa pelatihannya ada sesuatu yang berbeda. Semoga mutu sekolah meningkat, bukan impian tetapi menjadi kenyataan. Aamiiin.(*juk/sob)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »