Kyai Asep Calon kuat Ketua PWNU Jatim

Kediri (wartaonline.co.id) 27/7

Suasana Rakorwil PWNU jatim di dikediri Jawa Timur mulai memanas. ada yang mengusung KH. Asep pengasuh ponpes Amanatul Ummah itu mengelinding bakal di pilih menjadi calon kuat Ketua PWNU jatim mendatang.

Selain itu wajar juga Gus Kikin kini menjadi sorotan utama para Ketua PCNU. Gus Kikin yang kini pengasuh operasional Pesantren Tebuireng Jombang selain dikenal sebagai pengusaha sukses juga cicit pendiri NU Hadratussyaikh KHM Hasyim Asy’ari.

Gus Kikin adalah putra pasangan KH Mahfud Anwar-Nyai Abidah Pesantren Seblak Jombang. Kiai Mahfud popular sebagai ahli Falak. Sedang Nyai Abidah adalah putri pasangan KHM Ma’shum Ali-Nyai Khoiriyah Hasyim Asy’ari. Kiai Ma’shum Ali dikenal sebagai pengarang Kitab shorof (gramatika Arab) Amsilatut Tashirifiyah yang popular di pesantren-pesantren. Sedang Nyai Khoriyah adalah putri pertama Hadratussyaikh Hasyim Asy’ari.

Gus Kikin yang fasih bahasa Inggris ini juga merupakan pengusaha sukses.

Sama dengan Gus Kikin, Kiai Asep juga dikenal sebagai kiai sukses secara ekonomi. Penghasilannya setiap bulan mencapai Rp 5 miliar. Kekayaannya banyak untuk perjuangan terutama untuk NU.

“Untuk apa saya banyak uang kalau tidak untuk berjuang terutama untuk NU,” kata Kiai Asep dalam beberapa kesempatan. Ia selalu menantang NU dan banom-banomnya untuk menggelar acara di pesantrennya.

“Saya akan biayai mulai dari konsumsi, cindera mata sampai transportnya,” kata kiai yang dikenal santun dan dermawan ini.

Kiai yang fasih bahasa Arab dan bahasa Inggris ini juga dzuriyah pendiri NU. Kiai Asep adalah putra KH Abdul Chalim Lewimunding Majalengka Cirebon yang pada kepengurusan PBNU pertama diamanati sebagai Naibul Katib (Katib Tsani) Syuriah PBNU.

Saat itu Kiai Abdul Chalim jadi wakil dari KH Abdul Wahab Hasbullah yang menjabat Katib Awal (Katib Aam) Syuriah PBNU. Sementara Hadratussyaikh Hasyim Asy’ari Rais Akbar dan Hasan Gipo Ketua Umum Tanfidziah PBNU.

Kiai Asep juga praktisi pendidikan yang sukses. Ketua Umum Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Pusat, Mustasyar PCNU Surabaya dan A’wan PWNU Jatim. Kiai Asep adalah pendiri sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah Surabaya dan Pacet Mojokerto yang santrinya mencapai 10.000 orang. Lulusan Amanatul Ummah banyak diterima di perguruan tinggi di Amerika, Inggris, Jepang, Jerman, Australia, Yaman, Mesir, Maroko, dan PTN favorit dalam negeri seperti ITB, Unair, ITS, Undip, UB, UIN dan lainnya.

Yang menarik, hampir semua PCNU sepakat bahwa Rais dan Ketua PWNU Jatim ke depan adalah figur yang bisa berkomunikasi secara baik dan proporsional dengan Gubernur Jawa Timur. “Apalagi gubernurnya kader NU,” kata kyai muadz.

Menurut kyai Muadz dari Bangil Paduruan , komunikasi secara proporsional dengan gubernur ini penting agar PWNU bisa jadi patner sinergis, bukan subordinat pemerintah. Apalagi jika Rais dan Ketua PWNU Jatim secara ekonomi sudah selesai sehingga hanya fokus pada program pengembangan ekonomi kelembagaan NU, bukan personal.(mas/sob)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »