Ikatan Guru Indonesia (IGI) 2 tahun Latih 987.123 ribuan Guru Biaya mandiri

jakarta (wartaonline.co.id) 31/7

Ikatan guru indonesia (igi)di usia 10 tahun kini terus mrlakukan ekpansi dan membuka cabang di seluruh tanah air indonesia. Hal ini disampaikan oleh ketua ikatan guru indonesia (igi) mohamad Ramli Rahim (MRR) dalam laporan sebagai berikut :

Pendiri, Pembina, Sekjen, Kaha, Bendum, Kawan-kawan PP IGI, PW dan PD serta seluruh guru di seluruh Indonesia yang saya hormati. Hari ini tepat 2,5 tahun yang lalu Kongres IGI II ditutup dan MRR dipilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum sekaligus Mandataris Tunggal Kongres IGI.

Dalam Istilah Kimia, ini disebut waktu paruh dari lima tahun masa kepengurusan. Berbagai prestasi dan kemajuan telah kita capai, 476 dari 514 kabupaten/kota di seluruh Indonesia telah ada anggota IGI dan minggu lalu adinda Khairuddin selaku Waketum Regional I mengabarkan telah rampungnya kepengurusan IGI Wilayah Kepri yang menjadi pertanda lengkapnya kepengurusan IGI di 34 Provinsi di Indonesia.

Gairah pengembangan kompetensi guru terus bergelora, atas kerja keras bersama lebih 300 pelatih IGI bergerak ke berbagai pelosok tanah air baik dibiayai oleh PP maupun swadaya guru di daerah yang dituju.

Sekarang ini IGI telah sukses membangun “trust” kepada berbagai pihak. Karakter aktivis IGI yang mengutamakan prinsip berbagi dan saling menumbuhkan betul-betul terasa hingga ke pelosok negeri. Samsung, Casio, Data Script, Quipper, Ruang Guru dan beberapa perusahaan swasta telah membantu IGI bergerak lebih cepat tanpa bergantung APBD dan APBN.

Bagi sebagian orang, 2.5 tahun mungkin bukan waktu yang cukup untuk mengubah karakter guru dari diklat menerima amplop menjadi diklat menanggung konsumsi sendiri, dari pelatih menerima honor menjadi pelatih tanpa pamrih, berubah dari trainer menjadi coach, berubah dari diklat di gedung-gedung mewah menjadi diklat di tempat gratis dan nyaman. Semangat itu telah berubah menjadi gerakan dan terus bergerak hingga tak mampu lagi dibendung oleh para penghalang.

Hingga hari ini, masih banyak orang yang bingung, energi IGI itu sumbernya dari mana?
Sponsorship tak seberapa, bantuan Kemdikbud tak pernah ada bahkan dari pemda pun kadang kami hanya perlu selembar kertas dukungan tetapi mampu melatih 987.123 guru hanya dalam kurun waktu 2 tahun dan periode januari-juli 2018 pergerakan pelatih IGI semakin tajam ke daerah-daerah terpencil.

Mereka tidak tahu bahwa energi IGI adalah energi gerak yang melahirkan gerakan. IGI telah mengubah banyak hal dalam dunia pendidikan terutama dalam meningkatkan kompetensi guru.

Kritik Menkeu Sri Mulyani sesungguhnya tak terlontar jika ibu Sri yang baik hati ini melihat sendiri apa yang dilakukan IGI yang bergerak bahkan tanpa pernah berharap APBD dan APBN.

Sri Mulyani telah salah menilai guru Indonesia hanya dari satu sisi saja. Jangan melihat guru hanya dari satu organisasi guru karena IGI pun telah bergerak di hampir seluruh kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Sri Mulyani telah salah besar membuat penilaian.

IGI dibuat untuk selalu fleksible, dalam kepemimpinan MRR sejak 2016, IGI bergerak bak monster ampibi yg bisa bergerak dalam kondisi apapun dan bisa mengubah dirinya kapan saja. Maka tak heran PP IGI telah mengalami resuffel sebanyak 2 kali kurang dari 2 tahun.

Kawan-kawan, ayo kita terus bergerak, jaga karakter IGI untuk tetap sebagai sebuah gerakan, bukan program apalagi proyek.

Terima kasih untuk semua kerja keras kawan -kawan, guru tak akan pernah berubah jika bukan guru itu sendiri yang mengubahnya.

Salam Hormat
Muhammad Ramli Rahim
Ketua Umum Pengurus Pusat
Ikatan Guru Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »