ITS Gelar uji Sertifikasi (Geospasial) Penginderaan

Surabaya (wartaonline.co.id) 6/4

Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) membuka program ujian sertifikasi tenaga profesional bidang informasi geospasial. Program ini sebagai salahsatu wujud komitmen ITS untuk menjalankan amanat Undang-Undang No. 4 Tahun 2011 tentang Informasi Geospasial (IG). Khususnya terkait dengan upaya untuk menjamin ketersediaan tenaga profesional dan akses terhadap informasi geospasial yang dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.

Menurut Lalu Muhamad Jaelani, Kepala PSKBPI-LPPM-ITS, pendirian TUK IG di lingkungan kampus ITS menjadi salah satu fokus Kelompok Kajian Infrastruktur Data Spasial (PPIDS), yang saat ini berada di bawah PSKBPI.

Selanjutnya, TUK IG ITS yang dikoordinatori oleh Dr. Danar Guruh Pratomo akan dilepas dari PSKBPI dan bergabung dengan Unit ITS Training Center. “Unit ini merupakan unit usaha ITS yang fokus dalam penyelenggaraan Pelatihan dan Sertifikasi Kompetensi. Karena itu, bagi siapa saja yang berminat ingin mengikuti ujian sertifikasi profesional di bidang ini dipersilahkan”, ujarnya.

Jaelani menambahkan bahwa ITS sebagai salah satu perguruan tinggi partner strategis dari Badan Informasi Geospasial (BIG) turut andil dalam penyiapan Sumber Daya Manusia (SDM) bidang IG yang bersertifikat dan berlisensi. “Penyiapan SDM dengan standar global ini tidak hanya dimaksudkan agar produk-produk Informasi Geospasial yang dihasilkan di Indonesia memiliki kualitas tinggi dan dapat dipertanggungjawabkan, tetapi juga agar SDM bidang IG Indonesia bisa bersaing di kancah global”, imbuhnya kepada wartaonline.co.id

Untuk pertama kalinya, ujian yang dilaksanakan di kampus ITS ini telah berjalan sukses berlokasi di kantor Pusat Studi Kebumian, Bencana dan Perubahan Iklim (PSKBPI) LPPM, Gedung Pusat Riset Lantai 7 pada hari sabtu (24/3), lalu. “Ujian sertifikasi bidang informasi geospasial yang pertama kali diadakan di luar Jakarta, Bogor dan Bandung ini diikuti oleh 9 orang peserta dari Surabaya, Jakarta dan Makassar,” jelasnya.

Jaelani juga menjelaskan bahwa secara umum, proses sertifikasi dimulai dengan asesmen mandiri, ujian praktek, ujian lisan (wawancara) dan diskusi akhir antara assesor dan setiap asesi. “Biasanya, satu hari sebelumnya, semua asesi mendapatkan penjelasan proses sertifikasi yang diadakan”, ungkapnya kepada wartawan wartaonline.co.id

Program ujian sertifikasi tenaga profesional bidang geospasial ini dilaksanakan oleh TUK IG ITS bekerjasama dengan Lembaga Sertifikasi Tenaga Profesional-Masyarakat Ahli Penginderaan Jauh Indonesia (LSTP-MAPIN).

“LSTP ini telah terakreditasi KAN (Komite Akreditasi Nasional), satu satunya anggota IAF (International Acreditation Forum) mewakili Indonesia. Dengan demikian, sertifikat yang dikeluarkan tidak hanya berlaku di Indonesia saja, tapi juga berlaku secara internasional,” ungkap Jaelani kepada wartawan media ini.

Menurut Jaelani, selain bekerjasama dengan Lembaga Sertifikasi Tenaga Profesional-Masyarakat Ahli Penginderaan Jauh Indonesia, TUK IG ITS kini sedang menjajaki kerjasama sejenis dengan LSP Survey Pemetaan Ikatan Surveyor Indonesia (LSP-ISI). “Untuk pertama kalinya, program ujian sertifikasi telah dilaksanakan untuk kompetensi sub bidang penginderaan jauh (PJ) level 5 dan 6, serta sistem informasi geogragis (SIG) level 5, 6 dan 7. Rencananya, ujian sejenis ini akan diselenggarakan setiap bulan di kampus ITS,” ujarnya. *(HUMAS/sob)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »