SMP Negeri 1 Bangil Belajar Tanam Pohon Mangrove Bersama Greenpas Indonesia

Pasuruan ( wartaonline.co.id) 7/11

Untuk memberikan motivasi dan semangat serta cinta terhadap lingkungan, Greenpas Indonesia pasuruan mengajak masyarakat cinta lingkungan.
Salah satunya menanam pohon mangrove di kawasan pesisir desa pulokerto kecamatan Kraton Kabupaten Pasuruan.
Siswa/siswi SMPN 1 Bangil Pasuruan Bersama guru pembimbing ini belajar menanam pohon Mangrove di pusat penelitiian mangrove di stasiun lapang politehnik perikanan dan kelautan sidoarjo di desa pulokerto kec.kraton kab.pasuruan.
Kang sobari pembina Dari greenpas indonesia membimibing siswa/siswi serta guru pembina bu ecca dan pak Yusniar itu langsung praktek cara penanaman pohon mangrove.
Meski musim panas jika ada air dan akar biasa menancsp ke tanah basah insya allah pohon mangrove akan bisa hidup.

Dwi sukamto selaku kepala stasiun lapang pratek di tempat terpisah mengatakan terimakasih atas kunjungan serta anak anak bisa mengunjungi tempat praktek semoga siswa/siswi SMP negeri 1 Bangil nanti bisa meningkat pengetahuan lebih terhadap cinta lingkungan dan manfaat pohon mangrove.” Katanya.

Ecca guru pembibing dari SMP negeri 1 Bangil saat berkunjung ke pusat penelitian mangrove ini tampak kagum dan senang . “Ya disini ternyata ada tempat penelitian pohon mangrove ya, wahbtidsk perlu jauh jauh jika mengajak anak anak belajar tentang pohon mangrove ” katanya.

Kang sobari greenpas Indonesia mengajak kepada masyarakat ikut peduli terhadap lingkungannya. Bukan hanya peduli membuang sampah pada tempatnya saja tetapi juga peduli terhadap dampak lingkungan kesehatan pendidikan serta keamanan .
Siapa lagi jika bukan kita yang peduli, masa harus menunggu ada orang lain yang bertindak mendahului melakukan,malu dong.. kata kang sobari

Peduli lingkungan tidak harus dipaksakan melainkan tumbuh dan berkembang dari hati nuraninya, tidak minta imbalan/ bayaran itulah peduli lingkungan sejati” katanya ( tot/ sob)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »