Petingati Hari Santri, Ajak santri Kirap dan Serukan Nilai Relegius keliling Alun Alun Bangil

Bangil, Pasuruan ( wartaonline.co.id) 18/10
Ribuan santri dari berbagai pondok pesantren salah satunya dari MADIN, PGTK, SDI, MTs, MA, SMK, Asatidz/ah, Staf dan Karyawan Dan semua warga PP KHA Wahid Hasyim Bangil, Minggu (15/10/2017) menggelar Kirab Hari Santri Nasional di alun – alun Bangil .

Rute yang du tempuh mulai pondok pesantren sampai alun alun Bangil pasuruan menuju PP. KHA Wahid Hasyim Bangil.

“Hal ini dilakukan untuk memperingati Hari Santri yang jatuh pada tanggal 22 Oktober 2017. Kirab merupakan ajang untuk menunjukkan kreatifitas para santri”kata pengasuh Pondok Pesantren KHA. Wahid Hasyim Bangil, Gus Ahmad Wildan saat membuka acara kirab Santri pada hari Minggu 15 Oktober 2017.

Selain itu, kirab juga bisa menjadi wadah untuk syi’ar agama serta memperkenalkan pesantren kepada masyarakat.

Kirab dilaksanakan pada pukul 08.00 WIB, dan sejak pagi ribuan santri PP. KHA Wahid Hasyim Bangil Mulai berdatangan ke alun alun Kota Bangil untuk ambil bagian dalam Kirab Santri Nasional tersebut. 1300an Santri peserta kirab dengan berbagai busana dan peran memadati jalanan dari Alun alun Kota Bangil hingga Menuju Pondok Pesantren KHA. Wahid Hasyim, Bangil.

Selain itu, dimeriahkan oleh marching band dari ketanen dan masangan dan juga group Marching Band yang dimiliki sendiri juga turut memeriahkan acara tersebut. Humaira, mayoret di group Drum Band tersebut mengaku senang bisa tampil dalam acara tersebut. ”Ini Beberapa kalinya kami tampil disini, tahun lalu kami juga tampil di sini tapi jarak tempuhnya tidak sejauh sekarang, capek sih tapi seneng ” ujar Neng Humaira yang juga santri dipesantren tersebut.
Gemuruh suara Marching Band memecah kesunyian jalanan sejauh 3 km. Marching Band tersebut disetting hanya melantunkan musik syubbanul wathon, Banser dan Pasuruan Gumuyu. 6 mobil Hias, 50 Becak Hias dan 10 Mobil Grandong pengiring juga ikut memeriahkan acara tersebut sambil sesekali melantunkan penggalan ayat al-Quran di beberapa titik keramaian.

Warga sekitar sangat antusias dengan adanya acara kirab tersebut, beberapa ruas jalan dipenuhi warga yang ingin menyaksikan kemeriahan acara tersebut. Menurut pengasuh PP. KHA. Wahid Hasyim Bangil, di daerah tersebut tidak pernah diadakan kegiatan kirab dari pondok pesantren. “Pesantren KHA. Wahid Hasyim Bangil Pasuruan adalah satu-satunya pesantren yang sering mengadakan kegiatan kegiatan, kemarin mengadakan menulis kaligrafi dalam rangka hari jadi Kabupaten Pasuruan sekarang kirab Santri dalam rangka Menyambut Hari Santri Nasional yang bertepatan tanggal 22 oktober 2017 yang nantinya juga melakukan apel hari santri yang Insyaalllah jumlahnya lebih banyak lagi” ujarnya.

Ketua Yayasan KHA. Wahid Hasyim Bangil mengatakan diharapkan para santri di Bangil Pada Khususnya dan di Kabupaten Pasurian pada umumnya dapat meneruskan perjuangan para santri terdahulu dalam perjuangan Kemerdekaan RI.

Beliau juga berharap agar acara semacam ini bisa terus dipertahankan agar eksistensi keberadaan pesantren tetap hidup di masyarakat. Usai menggelar Kirab Hari Santri, dilakukan pemberian hadiah peserta yang menggunakan kostum terbaik.(adi/sob)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »