Mudahkan Guru dan Tenaga kependidikan akan dibuatkan APK

SURABAYA (wartaonline.co.id) 25/10

Untuk memudahkan pemetaan guru dan tenaga kependidikan, Dinas Pendidikan (Dispendik) Provinsi Jawa Timur resmi meluncurkan aplikasi Analisa kebutuhan Guru dan Tenaga Kependidikan (A-GTK) di Gedung Sabha Nugraha, Kantor Dispendik Jatim, Selasa (24/10).

Kepala Dispendik Jatim Saiful Rachman mengungkapkan, aplikasi tersebut diciptakan untuk meningkatkan pemerataan dan kualitas guru dan tenaga kependidikan. “Kami mendapat kewenangan untuk memetakan guru, khususnya terkait dengan bagaimana distribusi guru di setiap sekolah di Jatim. Melalui aplikasi ini kami dapat memantau prestasi dan kompetensi hingga mengetahui track record guru,” jelas Saiful.

Selain itu, tambah Saiful, aplikasi A-GTK ini dapat membantu proses mutasi guru. Guru yang mengajukan mutasi statusnya dapat terlihat langsung dari aplikasi ini. “Tapi untuk pengajuan mutasi, guru yang bersangkutan juga harus mengetahui apakah sekolah yang dituju jumlah gurunya memang kurang atau tidak,” imbuhnya.

Sebelum diluncurkan ke publik, aplikasi online yang baru dapat diakses melalui browser ini telah diuji coba di beberapa sekolah di setiap kabupaten/kota di Jatim. Untuk wilayah Kota Surabaya sendiri, uji coba aplikasi A-GTK diterapkan oleh SMA .

“Aplikasi ini sangat memudahkan kami untuk mengetahui kebutuhan guru dan tenaga kependidikan. Seperti mempermudah mutasi, mengetahui guru-guru yang purna tugas dan prestasi yang dicapai hingga mengetahui kekurangan dan kelebihan jumlah guru di sekolah,” tutur Kepala Sekolah SMA Negeri 6 Surabaya Hari Sutanto.

Anatasia Moertodjo, salah satu tim IT Dispendik yang ikut andil dalam pembuatan aplikasi ini mengatakan, untuk kedepannya dirinya berserta tim akan merancang aplikasi tersebut dalam bentuk apk. “Nantinya kami akan membuat aplikasi ini dalam sistem android, sehingga guru dan tenaga kependidikan dapat lebih mudah mengakses melalui smartphone,” tutur perempuan yang juga merupakan guru dari SMK Negeri 2 Surabaya tersebut.

Diakhir kesempatan, Saiful berharap guru-guru serta tenaga kependidikann dapat memanfaatkan aplikasi ini sebaik-baiknya. “Tolong aplikasi ini dioptimalkan, karena jika penerapan aplikasi ini dapat berjalan dengan baik tentunya hal ini dapat menjadi percontohan bagi provinsi lain,” ungkap Saiful.(sumber: jawa pos)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »