SMPN 11 kota Pasuruan gelar Diskusi wawasan Kebangsaan

 pasuruan (wartaonline.co.id) 10/9

 untuk memberikan wawasan tergadap nilai terhadap cinta tanah air dan wawasan kebangsaan pada Hari ini, Sabtu (9/9), telah diadakan diskusi wawasan kebangsaan yang di gelar di Smpn 11 kota Pasuruan jawa timur.

Kegiatan ini digelar bersama  Urusan Bin Ops. Ppolres Pasuruan Kota. Acara yang berlangsung mulai pukul 08.30 ini dihadiri oleh beberapa peserta, baik dalam dan luar sekolah. Jumlah peserta yang semestinya dibatasi hanya 40 orang namun membengkak hingga 60 orang karena antusiasme yang cukup tinggi. Adapun komposisi peserta yang hadir adalah pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), pengurus Komite Sekolah, perwakilan mahasiswa STKIP PGRI Pasuruan, perwakilan guru, dan siswa.

 Acara yang diselenggarakan di SMP Negeri 11 Pasuruan dan dimoderatori Ainul Yakin dari FKUB menghadirkan tiga narasumber. Dari Polresta diwakili Kaur Bin Ops, IPTU Agung Sudjatmiko, dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Drs. Suhariyanto, dan dari FKUB diwakili oleh Agus Harianto, S.Pd., M.M. yang juga Kepala SMP Negeri 11 Pasuruan.  

 Dalam sambutannya, Agus menyatakan perlunya menumbuhkan wawasan kebangsaan kepada para siswa untuk mengantisipasi kenakalan remaja. Semakin mereka sadar dan dilibatkan dalam mengisi kemerdekaan, semakin paham arah mereka dalam menata negara.

 Sementara itu, Kaur Bin Ops, IPTU Agung Sudjatmiko, menyatakan perlunya melakukan diskusi semacam ini untuk menumbuhkan semangat cinta tanah air.

 “Saya yakin jika diskusi seperti ini dilakukan secara periodik akan menambah wawasan kebangsaan diantara para siswa. Semakin cinta tanah air, semakin peduli mereka, “ tambah Agung.

 Di sisi lain, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Drs. Suhariyanto, menekankan perlunya mengantisipasi kenakalan remaja dan mencari solusi bersama-sama. Ia lebih jauh menuturkan betapa pendidikan ditekankan pada empat dimensi, seperti: Kurikulum, kepala sekolah, guru, dan sarana dan prasarana.

 “Jika empat hal ini sinergi di sekolah, maka para siswa pun akan bisa bertahan di sekolah lebih lama dan mampu mengurangi tindakan-tindakan yang tidak berguna, “ imbuh Suhariyanto.

Acara Forum Group Diskusi (FGD) diakhiri pukul 11.00 dan dilakukan deklarasi bersama anti kejahatan, terorisme, narkoba, separatisme, dan ideologi anti Pancasila serta akan menindaklanjuti rekomendasi inti yang menjadikan SMP Negeri 11 sebagai “Sekolah Kebangsaan” dengan cara membentuk “Kelas Kebangsaan” di waktu dekat. Program ini akan menjadi program rintisan sati-satunya di Indonesia yang dimotori oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Pasuruan. Harapannya, semoga SMPN 11 menjadi pilot projet sekolah kebangsaan untuk menyongsong program Presidan, Unit Kerja Presiden pemberdayaan Ideologi Pancasila (UKP PIP). (Gus/sob)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »