Puthut Budi Santoso, jika calonkan Bupati Magetan diminta mundur Dari sekda Sampang

Sampang(wartaonline.co.id) 7/9

Pilkada di jatim mulai memanas, para calon bupati dan walikota kini sudah mulai bermunculan. Salah satunya calon bupati Magetan Puthut Budi Santoso yang di tenggarai calon bupati Magetan.

Namun sejumlah lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gajah Mada yang mengatasnamakan rakyat Sampang mendatangi kantor DPRD setempat, Rabu (06/09/2017), dengan maksud meminta agar anggota DPR tidak tinggal diam atas beredarnya kabar Phutut Budi Santoso maju dalam Pilkada Magetan.

Hal ini akan menjadi polemik tersendiri bagi rakyat, karena selama ini sudah terbukti jelas maraknya pemberitaan bahwa Phutut sudah mendaftarkan diri sebagai Bakal Calon Magetan.

di kutif oleh wartaonline.co.id dari ragamnews.com, Kedatangan Lsm bersama puluhan rakyat tersebut tidak hanya mendatangi dan menemui DPRD, melainkan berlanjut menuju Kantor Pemkab Sampang untuk meminta pertanggung jawaban Bupati Sampang agar bertindak tegas atas hal yang dilakukan Sekda Phutut Budi Santoso yakni maju Pilkada Magetan. Rakyat menilai sikap dan niat Sekda untuk maju dalam ajang Pilkada Magetan dapat meninmbulkan permasalahan yang baru.

Mamang, salah satu koordinator aksi dalam orasinya didepan Kantor DPRD Sampang menyampaikan, meminta kepada DPRD untuk tidak tinggal diam atas sikap atau keinginan Sekda Kab. Sampang yang sudah jelas maju dalam Pilkada Magetan. Hal tersebut sangat memukul perasaan rakyat Sampang.

“Seharusnya Phutut bisa lebih tegas, santun dan terhormat apabila secepatnya mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Sekretaris Daerah Kab. Sampang. Pencalonannya sudah jelas mengorbankan birokrasi Sampang yang saat ini carut marut. Sebagai pucuk pimpinan tertinggi di birokrasi Sampang, Sekda harus memberikan contoh baik kepada bawahannya,” teriaknya, Rabu (06/09).

Ia bersama rakyat juga meminta kepada DPR untuk melaporkan sikap Phutut kepada Gubernur Jawa Timur, Soekarwo, agar Phutut diberhentikan dan mundur dari jabatan yang saat ini di sandangnya, aksi ini tidak lain untuk menghindari terjadinya stagnasi di birokrasi Sampang.

“Memang secara aturan tidak ada persoalan selama masih belum mendaftar di KPU Magetan, tapi secara moral seyogyanya mundur dari jabatan Sekda Kab. Sampang. Bagaimana mau mengurus Sampang, sementara pikirannya terpecah ke panggung politik di Magetan. Ingat, masyarakat tidak bisa dibodohi,” teriaknya.

Sementara anggota Komisi 1 DPRD Sampang, Nurul Hidayat saat menemui massa menyampaikan, pihaknya mengapresiasi dan akan melaporkan aspirasi rakyat tersebut ke Ketua DPRD Sampang dan anggota DPR yang lain, untuk dilakukan pembahasan serta musyawarah, atas sikap Sekdakab Sampang Phutut Budi Santoso dalam maju Pilkada Magetan.

“Kami akan memanggil Sekda dan meminta pertanggung jawabannya, apakah ia masih punya rasa ingin mengabdi atau tidak ke Kabupaten Sampang, karena selama ini kami masih belum puas atas bukti-bukti yang ada, seperti KTP Sekda yang pindah ke Magetan. Namun dilain sisi jika apa yang di sampaikan massa kali ini benar, kami akan melaporkan hal tersebut ke Gubernur Jawa timur,” tuturnya.

Usai ditemui anggota DPR, massa berlanjut ke Kantor Pemkab Sampang untuk menemui Bupati Sampang Fadhilah Budiono dan meminta Sekda Phutut Budi Santoso menemui massa serta memberikan penjelasan dan pertanggung jawaban atas niatnya maju Pilkada Magetan. Namun tidak ada satupun Pejabat yang menemui, hingga massa membubarkan diri dengan tertib. (har/di/sob)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »