Esembela Tapaki jejak Peringatan Muharam

Pasuruan (wartaonline.co.id) 21/9

Tahun Baru Islam, 1 Muharram 1439 H, seringkali dilaksanakan di malam hari oleh para santri TPQ atau pun Madrasah Diniyah (Madin) yang jatuh pada 20 September 2017.

Hal yang tidak biasa terjadi adalah partisipasi UPT SMP Negeri 11 (Esembela) Pasuruan dalam memeriahkan fenomena hijrah Nabi Muhammad SAW. Kegiatan yang baru kali ini dilaksanakan Esembela terbilang cukup meriah meskipun sempat terganggu dengan berjubelnya peserta “pawai obor” dari TPQ atau Madin dari kampung-kampung.

Dalam memeriahkan malam Tahun Baru Islam ini Esembela mengembangkan teologi sosial yang dilakukan sambil melaksanakan “pawai obor” dan sedikit berbeda dengan orang kebanyakan. Kegiatan yang mengusung tema: “Tahun Baru Islam (1 Muharram 1439 H) Sebagai Medium Akhlaqul Karimah” melaksanakan beragam kegiatan peduli sosial. Pengurus OSIS membagi-bagikan kue sebanyak 200 buah kepada tukang becak, pengemis, gelandangan, dll. Hal ini sejalan dengan makna hijrah Nabi yang bernuansa transformasi sosial.

“Saya percaya kegiatan yang baru pertama dilakukan ini akan berdampak positif dalam mengembangkan kepekaan sosial dan peduli lingkungan diantara siswa. Inilah esensi agama, “tegas Agus Harianto, S .Pd., M.M., Kepala UPT SMPN 11 Pasuruan, dengan penuh keyakinan.

Selain membagi-bagi kue, dimomen itu juga dilakukan pembagian dan launcing pertama buletin kebangsaan, “Buletin Politika” yang dibagikan ke masyarakat yang menyaksikan di sepanjang jalan. Selain dimaksudkan sebagai syiar citra positif sekolah,

hal yang tak kalah pentingnya adalah promosi identitas baru sekolah: “Sekolah Kebangsaan” dengan cara memberi wawasan kebangsaan kepada warga internal sekolah dan juga masyarakat luas.

Buletin ini akan diterbitkan secara periodik dua minggu sekali bergantian dengan buletin keagamaan “Al-Haq” yang juga diterbitkan oleh Esembela. Buletin ini dimaksudkan untuk mendukung program unggulan Pemerintah Pusat yaitu Gerakan Literasi Sekolah (GLS).

Dalam kegiatan yang berlangsung mulai pukul 18.00 hingga pukul 20.10 dengan rute seputar wilayah utara ini menampilkan beberapa atraksi baru yaitu pembacaan narasi seputar hijrah Nabi dan puisi, termasuk puisi yang sangat menggugah semangat berjudul:

“Esembela, Engkaulah Darah kami”. Puisi ini dibaca oleh guru Bahasa Indonesia, Ega, dan ketua OSIS secara bergantian. Hal ini sangat membuat warga yang menyaksikan cukup tercengang dibuatnya.

“Saya sudah delapan tahun mengajar di sini, namun baru kali ini saya menyaksikan partisipasi Esembela dalam perayaan Tahun Baru Islam. Kegiatan ini menggugah semangat religiusitas, “kata Supriadi, S.Pd., Waka. Kasiswaan dengan mata yang berkaca-kaca karena terharu.

  Apa pun realitasnya, Esembela telah berpartisipasi dalam rangka memeriahkan Tahun Baru Islam. Semoga momentum awal ini menjadi preseden baik dalam melakukan kegiatan-kegiatan positif lainnya. (Gus/sob)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »