Pesan KH. AGIL siroj kepada Ansor Soal Pilgub

Diakui maupun tidak, dari beberapa bakal calon Pilgub Jatim, posisi Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Khofifah Indar Parawansa menjadi sosok yang paling popular.

Hanya saja celakanya, kedua sosok ini mempunyai latar belakang yang sama, yakni menjadi bagian dari kaum Nahdliyin (NU). Artinya, jika ternyata keduanya harus berhadapan di kontetasi Pilgub Jatim 2018. Maka besar kemungkinan bakal terjadi perhelatan politik di intern NU.

Untuk itu Dr KH Said Aqil Siradj, meminta kepada seluruh warga NU di Jatim untuk tetap bisa menjaga kondusifitas, utamanya Ansor dan Banser.

“Siapapun pemenangnya, itu kan NU juga, oleh karenanya Ansor harus netral, Banser harus netral, pokoknya yang tidak berpolitik harus netral, dan untuk para bakal calon, siapapun pemenangnya harus dihormati,” ucapnya usai menjadi pembicara di acara Bincang Museum. Sabtu (26/8/2017)

Untuk diketahui, hari ini Dr KH Said Aqil Siradj tampil bersama Dhimas Oky Nugroho staf Khusus Presiden RI, menjadi pembicara dalam acara Bincang Museum dengan tema “Demokrasi yang Pancasilais di house of sampoerna Jl Taman Sampoerna No.6, Krembangan Utara, Surabaya. 

Dalam paparannya, Dr KH Said Aqil Siradj menegaskan bahwa bernegara di Indonesia itu tidak berdasarkan agama dan kesukuan, dan itu yang dicontohkan Nabi Muhammad.

“Karena pada saat mendirikan negara Madinah, itu bukan negara Arab, karena terdiri dari muslim dan non muslim bahkan yahudi, dan mereka diperlakukan sama dan adil dengan UU,” tandasnya.

Tidak hanya itu, Ketua Umum PBNU ini juga menyampaikan bahwa kerajaan Islam lahir tanpa peperangan dan penindasan, tetapi dengan cara yang damai, karena menghormati budaya.

“Saat Nabi Muhammad memimpin rakyatnya yang terdiri dari berbagai agama bahkan yahudi. Siapa yang menyakiti orang non muslim, akan berhadapan dengan ku di akhirat nanti. Hadist Rasulullah Muhammad,” jelasnya. (q cox/sob)                
 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »