Penulis Buku Harus kreatif dan Inovatif

Tegal (wartaonline.co.id) 15/8

Untuk mendapatkan sebuah buku yang bermutu kreatif dan bergizi, pembaca harus jeli dan cermat. Hal inilah yang perlu dicermati calon pembaca buku agar tidak kecewa setelah membacanya.

“Buku teks harus terjaga kualitasnya, baik keselarasan isi, bahasa, tampilan, muatan, hingga mengakomodasi potensi sendiri. Hal ini disebabkan oleh potensi pengaruh yang teramat besar dari sebuah buku teks. Ingat, anak-anak SD hingga SMA tentu akan menggunakan buku teks itu selain gurunya. Bayangkan, betapa bahayanya jika buku teks disusun serampangan” jelas seorang guru kepada Plt. Deputi Kesetaraan Gender Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, Ibu Ir. Agustina Erni Susiyanti, M.Sc.

“Karena itulah, buku teks mesti melewati tiga tahap penyuntingan isi, bahasa, dan keresponsipan gender. Penyuntingan isi dilakukan oleh pakar yang selaras keilmuannya. Penyuntingan bahasa diperlukan agar ada kesamaan selingkungan bahasa dan model pengembangan. Penyuntingan gender penting dilakukan agar buku teks tidak memuat materi dan ilustrasi yang bias gender. Dari sinilah buku teks akan menanamkan dan menancapkan pengaruhnya. Jika ketiga tahap penyuntingan dilewati, tentu kita takkan khawatir lagi” tambahnya.

Buku teks bukanlah buku main-main karena daya pengaruhnya yang sedemikian kuat. Oleh karena itu, buku teks harus benar-benar berkualitas sangat baik dari segala aspeknya. Dengan demikian, alangkah baiknya jika buku teks disusun secara hati-hati, sistematis, dan proporsional.

Beberapa kali kita kecolongan dengan adanya konten buku yang kurang baik. Ada buku yang memuat radikalisme, pornografi, dan bias gender.

Tentunya kita tak menginginkan itu terjadi lagi. Karena mencegah itu jauh lebih baik daripada memperbaiki atau mengobati.(joh/sob)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »