Abrasi Pantai Watuprapat Nguling Pasuruan Dapat Perhatian dari Pemerhati lingkungan Hidup Dunia

Pasuruan (wartaonline.co.id) 11/7

Pantai Abrasi di Desa watuprapat nguling kabupaten Pasuruan jawa Timur, setelah diberitakan kini mendapatkan apreasiasi dari berbagai elemen masyarakat.

Hal ini diketahui dari telpon dan email yang masuk di meja redaksi. Salah satunya dari pemerhati lingkungan hidup dunia. Ibu ida dari Blue Ekonomi yang mempunyai jaringan pelaku dan pemerhati lingkungan hidup dunia. Ida mengarahkan agar di lakukan pendataan serta observasi kebutuhan untuk membantu menanggulangi abrasu di pantai watu prapat nguling.

Selain itu juga Dr. Moh.Khoiri Dosen unesa surabaya, meminta kronologis terjadinya abrasi serta foto2 kejadian itu bakal dibantu publikasi kepeduli lingkungan hidup mulai abrasi dan peristiwa itu.begitu Dr. Bambang S tehnologi industri serta Dr. Parto pakar lingkungan hiduo serfa dosen ITS.

Pantai disepanjang daerah desa Watu prapat kecamatang nguling kabupaten Pasuruan jawa timur kini telah terjadi abrasi.saat wartaonline.co.id melihat lokasi sudah parah kini tanggul setiap hari di kikis oleh ombak .

Dari pantauan wartaonline.co.id dilokasi iki telah terjadi abrasi di sepanjang pantai sekitar 2 km dipinggir bibir pantai desa Watuprapat perbatasan dengan desa kedawang.

Menurut informasi yang diperoleh oleh wartaonline.co.id dilapangan abrasi ini sudah sejak lama karena tidak ada penanganan sehingga selain mengikis pantai juga telah menelan 3 rumah hanyut terbawa air laut.

” ya dulu disini ada 3 rumah pak sekarang sudah tidak ada ” ujar surti saat di temui wartaonline.co.id dilokasi.

Sobari mengharap ada uluran tangan dari pemerintah maupun pihak swasta untuk partisipasi bisa hubungi kami dan kirimkan donasi pembelian bibit mangrove di rek bank jatim 0493004387 atau hubungi kontak kami HP/WA 081333469586. Bantuan anda akan sangat bermanfaat bagi kelestarian lingkungan alam semesta ini.

Sementara Mukarim tokoh masyarakat setempat mengatakan ya perisitiwa abrasi jika tidak ada yang peduli maka akan habis pohon serta rumah rumah dipinggir pantai di sana. Ya mari kita sama sama peduli demi kelestarian alam ini”, ujar mukarim yabg pernah mendapatkan piala kalpataru itu kepada wartaomline.co.id di rumahnya.

Sementara Darto Dosen pakar lingkungan hidup dari ITS saat.dihunugi secara terpisah itu menyarankan agar kepada yayasan peduli lingkungan hidup (greenpas) Indonesia untuk melaporkan peristiwa itu Kepada pemerintah/Bupati setempat bahwa di pantai watuprapat telah terjadi abrasi. ( sob/tot)

“Ya saya sarankan yayasan peduli lingkungan hidup greenpas Indonesia melaporkan ke bupati pasuruan.” Katanya lewat washap.

Dari pantauan wartaonline.co.id dilokasi iki telah terjadi abrasi di sepanjang pantai sekitar 2 km dipinggir bibir pantai desa Watuprapat perbatasan dengan desa kedawang.

Menurut informasi yang diperoleh oleh wartaonline.co.id dilapangan abrasi ini sudah sejak lama karena tidak ada penanganan sehingga selain mengikis pantai juga telah menelan 3 rumah hanyut terbawa air laut.

” ya dulu disini ada 3 rumah pak sekarang sudah tidak ada ” ujar surti saat di temui wartaonline.co.id dilokasi.

Mohamad Sobari direktur komunitas Peduli lingkungan Indonesia ( greenPas) mengatakan ” wah jika abrasi ini tidak segera ditanggulangi maka terus mengikis tanggul yabg ada disepanjang jalan dan rumah pinggir pantai ini akan habis karena tidak ada penahan ombak air laut.

Sobari mengajak bersama komunitas peduli lingkungan indonesia (greenpas) kita bersama sama kita tanggulangi menanam pohon mangrove dipinggir pantai ” Katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »