Ribuan kyai dan santri gelar aksi tolak 5 hari sekolah

Pasuruan (wartaonline.co.id) 14/6

Gelombang penolakan terhadap rencana 5 hari sekolah oleh mendiknas terus berlanjut. Aksi penolakan itu dilakukan oleh ribuan ulama dan santri pasuruan jawa timur di gedung DPRD kab.Pasuruan Rabu (14/6).

Sebelum aksi orasi penolakan itu para santri dan ulam Pasuruan.menggelar doa membaca Istighotsah bersama sama di halaman kantor DPRD kabupaten Pasuruan Jatim.

Di bawah sinar terik matahari itu santri dan ulama bersatu dan khusuk berdoa dengan membaca Istighotsah.

Dalam orasi KH.Mujib Imron pengasuh ponpes Al yasini Pasuruan dengan secara tegas menyatakan sikap menolak sekolah 5 hari.

” ya kami seluruh warga pasuruan jawa timur menolak atas rencana pemberlakuan lima hari sekolah oleh mendiknas karena tidak efektif ” katanya kepada wartawan.

Selain itu juga ketua DPRD kabupaten Pasuruan Sudiono Fauzan. S.Ag menyatakan dukungan politik agar kebijakan mentri pendidikan itu di tinjau ulang.

“Ya kami mendukung terhadap penolakan 5 hari sekolah agar ditinjau kembali. ” katanya di hadapan aksi.

Sementara orasi Abdur Rouf. S.Ag ketua Fraksi PKB menyaran agar mentrinya di ganti karena di nilai kurang kredibel” katanya di hadapan para aksi. ( sob/tim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »