NU Tak setuju jika jam sekolah Hanya sampai Jumat

´┐╝Jakarta (wartaonline.co.id) 11/6

Ilustrasi kegiatan belajar mengajar di sekolah yang bakal diterapkan pada tahun ajaran 2017/2018 hingga sampai hari jumat mendapat penolakan oleh lembaga pendidikan msupun dari organisasi Nahdlatul Ulama (NU) Jhoni seperti berita yang dikutif dari detikcom.
Bahwa Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) tak setuju dengan rencana Mendikbud Muhadjir Effendy mengenai sekolah yang hanya digelar Senin hingga Jumat. Menurut PBNU, jam sekolah yang pagi hingga sore tidak sesuai dengan kultur budaya muslim Indonesia.

“Hal mendasar yang terjadi saat full day school diterapkan adalah matinya madrasah-madrasah diniyyah, belajar agama sore hari, interaksi santri-kiai di sore hari,” kata Ketua PBNU Muhammad Sulton Fatoni, dalam keterangan tertulis yang diterima detikcom, Minggu (11/6/2017).

“Padahal di waktu dan proses sore hari itulah anak-anak muslim usia sekolah mendapatkan bimbingan etika dan moralitas yang matang, bukan di sekolah yang sarat target angka-angka. Inikah yang Pemerintah inginkan?” imbuhnya.

Sulton menuturkan, kebijakan ‘full day school’ tersebut tak aspiratif dan mendapat penolakan masyarakat. Jika aturan tersebut tetap dilaksanakan, ia menganggap Mendikbud hanya sekehendak sendiri.

“Jika tetap dilaksanakan mulai tahun ajaran baru, ini bentuk kebijakan yang tidak aspiratif, menang-menangan, sekehendaknya sendiri,” tutur Sulton.

Baca juga: Sekolah Senin Hingga Jumat, MUI Khawatir Madrasah Gulung Tikar

Sulton pun mengkritisi pemerintah yang kerap gonta-ganti kebijakan dalam dunia pendidikan. Hal itu pula yang dianggap membuat pendidikan Indonesia belum mampu bersaing dengan dunia internasional.

“Sudahlah, sudahi tradisi buruk mengutak-atik sesuatu yang tidak substansial. Lakukan evaluasi secara berkala dalam kurun waktu yang ideal. PBNU tetap tidak setuju konsep full day school dan jika dipaksakan, Ketua Umum PBNU akan menghadap langsung ke Pak Presiden untuk menyampaikan ketidaksetujuan hal ini,” jelas Sulton.

Baca juga: Mendikbud: Tahun Ajaran Baru, Sekolah Hanya Senin hingga Jumat

Sebelumnya Mendikbud beralasan penerapan sekolah hanya Senin hingga Jumat karena selama 5 hari itu, proses belajar-mengajar sudah capek.

Menurut kang sobari pengamat pendidikan dan juga anggota NU asal pasuruan jawa Timur ini mengatakan ” Jika melihat sejarah jam belajar sekolah mulai dulu sampai sabtu. Lak sekarang mau dibuat hingga hari jumat saja, ini ganti mentri ganti kebijakan .

inilah menteri Pendidikan sepanjang setahu saya plin plan dan tidak punya konsep yang jelas sehingga membingungkan para pendidik dan lembaga pendidikan. Dia hanya mengikuti bisikan2 yang tidak memikirkan dampak dari kebijakan itu.alasan hari sabtu guru bisa refresing. Tidak ada alasan yang masuk akal jika jam belejar mengajar hanya sampai jumat. Sebaiknya di kembalikan semula sampai hari sabtu.”katanya kepada wartawan usai buka bersama di pasuruan (11/6) .

melihat sejarah pendidikan hingga muhajir Efendy jadi mentri pendidikan ini. Muhajir belajar dari kalangan sekolah agama (PGA madiun) hingga menjadi rektor umm malang, tidak memikirkan dampak yang akan terjadi di dunia pendidikan yang ikut mencerdaskan anak bangsa.

Ini yakin bukan konsep muhajir sendiri tetapi ada bisikan yang mempengaruhinya sehingga dia membuat kebijakan belajar sekolah hingga hari jumat.(sob/met)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »