Santri Dapat Gelar Doktor Causa

Jombang (Wartaonline.co.id) 17/5

Sebagai bentuk komitmen dan apreasiasi Pesanten Bina Insan Mulia (BIM) terhadap kiprah para santri Indonesia di berbagai bidang yang telah terbukti mampu memberI kontribusi pada pembangunan Indonesia dan umat Islam, terutama di bidang ilmu pengetahuan, maka mulai tahun ini Pesantren Bina Insan Mulia akan menganugerahkan gelar kehormatan Doktor Honoris Causa kepada santri-santri Indonesia yang kreatif dan inovatif.

Meskipun ini langkah perdana bagi pesantren di Indonesia sejak zaman pra-penjajahan, namun Pengasuh Pesantren Bina Insan Mulia, KH. Imam Jazuli, LC, MA, menilai ini langkah yang agak terlambat diambil oleh dunia pesantren. Sejarah pesantren dan keilmuan klasik Islam mencatat ada sejumlah manusia berjasa di bidang ilmu pengetahuan, namun apresiasi akademiknya tidak muncul hingga hari ini. Kitab Amtsilah Tashrifiyah adalah kitab kecil yang ditulis oleh KH. Maksum Ali, Jombang (1887), yang hingga kini belum ada tandingannya. Belum lagi kalau bicara siapa saja tokoh-tokoh keilmuan yang bisa menciptakan transformasi rumus nahwu-sorof ke dalam bahasa Nusantara dan menemukan diksinya yang begitu agung. Belum lagi kalau bicara di tingkat internasional. Sampai hari ini belum ada sarjana bahasa Arab di dunia yang mampu menciptakan karya sekelas Ibnu Malik (1274) dengan Alfiahnya. Kedahsyatan Alfiyah adalah bagaimana sebuah konsep diformulasi menjadi nadzom dengan tingkat akomodasi yang sempurna, pemilihan diksi yang tepat, serta jumlah nadzom yang akurat.

Penganugerahan gelar kehormatan Honoris Causa kepada santri-santri Indonesia yang sudah berkarya ini bertujuan untuk memberikan apresiasi akademik sekaligus sebagai spirit mental atau motivasi bagi santri-santri yang masih belajar di pesantran dimana pun berada.

Pada tahun ini, gelar kehormatan Honoris Causa diberikan kepada Ubaydillah Anwar yang telah berkarya di bidang ilmu pengetahuan. Sejak masih belajar di pesantren salaf dan modern, Ubaydillah Anwar aktif menulis dan aktif melakukan eksplorasi kajian di bidang pengembangan SDM dengan ilmu pendukungnya, antara lain psikologi, education and learning, HR. management, dan tasawuf. Hasil otodidaknya ini kemudian disebarluaskan melalui berbagai kegiatan training dan seminar di berbagai perusahaan, BUMN, birokrasi pemerintah, pendidikan, dan masyarakat.

SEKILAS TENTANG UBAYDILLAH ANWAR

Ubaydillah Anwar, yang lahir 46 tahun lalu ini, adalah seorang human learning specialist. Menulis artikel danbuku untuk berbagai media dan penerbit, memberikan pelatihan pengembangan SDM di perusahaan, pendidikan, dan komunitas, serta menjadi pembicara di berbagai forum dengan spesialisasi pengembangan soft skill dan spiritualitas adalah aktivitas sehari-hari yang terus dijalaninya sepenuh hati.

Ubaydillah Anwar lahir di Bojonegoro, JawaTimur.Setelah menyelesaikan pendidikan Madrasah di kampungnya, ia melanjutkan ke Pesantren Al-Rosyid Bojonegoro selama tiga tahun (1985-1988) dan Pesantren Langitan (1989). Empat tahun di pesantren salaf, ia melanjutkan ke KMI Pondok Modern Gontor hingga tamat (1993). Berbekal keterampilan menulis, bahasa Arab, Bahasa Inggris, dan kecintaannya terhadap ilmu pengetahuan, Ubaydillah melanjutkan pendidikan dengan cara otodidak sambil bekerja di beberapa perusahaan. Pertemuannya dengan Professor Jordan saat bekerja di perusahaan kru kapal pesiar pada tahun 1996 telah membuka jalan baru dalam hidupnya, Ia mendapat sponsor untuk mengikuti program pendidikan professional di salah satu sekolah pengembangan professional Inggris yang beroperasi di Singapura (1999). Setelah banyak menulis buku, artikel, serta berkiprah di dunia pengembangan SDM, salah satu Badan PBB yang bergerak di bidang tenaga kerja, ILO (Internasional Labor Organization), memberikan kesempatan untuk mengikuti program sertifikasi pengembangan professional bagi para trainer (2008), dan sertifikasi konselor spiritual dari USHS Canada (2014)

Sejak menekuni tulis-menulis tahun 2000, Ubaydillah telah menghasilkan lebih dari 1000 artikel pengembangan SDM, spiritualitas dan ke-Islam-an, yang diterbitkan oleh berbagai majalah nasional dan media professional. Selama 7 tahun menjadi penulis dan konselor professional untuk perusahaan konsultan psikologi dan manajemen (www.e-psikologi.com).Majalah Manajemen, majalah milik Sekolah Tinggi PPM, yang merupakan sekolah manajemen terbaik di Jakarta, mempercayainya sebagai kolomnis tetap selama satu tahun. Perusahaan internasional, PT. Nestle Indonesia (www.sahabatnestle.co.id), bahkan mempercayainya sebagai konselor sekaligus penulis tetap selama 6 tahun.

Sejak tahun 2004 telah menulis lebih dari 45 buku pengembangan soft skill dan spiritualitas yang diterbitkan oleh berbagai penerbit nasional, antara lain: Republika, Bee Media, Gramedia, Mizan, Khalifa, Dzikrul Hakim, Turos Pustaka, Sinergi Aksara, dan lain-lain. Selain itu, ia juga menjadi editor dan konsultan tehnis untuk buku-buku pengembangan SDM dan pembangunan daerah sejumlah eksekutif, professional, tokoh masyarakat, dan para menteri negara, serta sejumlah perusahaan BUMN.

Sederet perusahaan nasional dan multinasional telah mengirim talenta terbaiknya untuk mengikuti public training pengembangan soft skill dan spiritualitas yang dikelola oleh Foster and bridge Indonesia dengan Ubaydillah Anwar sebagai trainer tunggal-nya. Lexus Indoneisa, Toyota Indonesia, Krakatau Steel, PLN, Hotel Atlet Senayan, Bulog, Bank Mega, Bank BNI, PJB, Hero, dan lain-lain adalah sebagian kecil dari yang bisa disebutkan.

Berbagai kantor kementerian negara dan sejumlah kampus di Indonesia juga kerap menghadirkan Ubaydillah Anwar sebagai inspirator perubahan, antara lain: Kementerian Agama Pusat, Kemenag Provinsi Banten, Kemenag Provinsi Lampung, Kementerian Olahraga, Kementerian Transmigrasi, Universitas Muhammadiyah Jakarta, Universitas Syaikh Yusuf Tangerang, Universitas Tirtayasa Banten (Untirta), dan lain-lain.

Di bidang keagamaan, sosial, dan kepesantrenan, Ubaydillah Anwar dipercaya sebaai Pembina pengembangan soft skill guru-guru Pesantren BIMA (Bina Insan Mulia), Cirebon dan Jaringan Guru Kreatif, Creative Teaching Network, untuk guru-guru pesantren dan sekolah Islam di Provinsi Banten. Selain itu, ia juga aktif mengisi kajian dan pengajian dengan konsentrasi pendalaman spiritualitas Islam di perkantoran, masyarakat, dan nara sumber kajian di berbagai radio, antara lain: SMART FM Jakarta, Bahana FM, RRI Pro1 dan Pro2, Delta FM, dan lain-lain. Bersama tokoh paguyuban Sunda dan masyarakat bambu Indonesia, Ubaydillah dipercaya sebagai Pembina tetap untuk pengembangan soft skill dan keislaman pemuda kreatif berbasis bambu

Bersama istri dan putrinya yang terus memberikan dukungan untuk berkarya, Ubaydillah Anwar tinggal di Depok Jawa Barat. Kepada santri-santri muda di seluruh Indonesia, tiga pesan yang terus dikobarkan untuk memenangkan kompetisi (sob/mid)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »