Rumah Sakit Undaan sukses Cangkok Kornea Mata

Surabaya (wartaonline.co.id) 21/5

Sejarah baru dicatatkan Rumah Sakit Mata Undaan Surabaya. Untuk kali pertama, rumah sakit yang berdiri sejak jaman Belanda itu berhasil melakukan operasi cangkok kornea mata.

Operasi cangkok kornea mata dengan teknik baru ini merupakan kali pertama terjadi di Indonesia timur. “Selamat untuk tim bedah refraktif dan katarak,” kata Direktur RSMU dr Sujarno kepada ngopibareng.id, Minggu (21/5).

Tim dokter yang sukses melakukan cangkok kornea ini dipimpin dr Dini Dharmawidiarini. Dia dibantu dr Sahata dan dr Farida. Ketiganya adalah dokter andalan RSMU. Operasi cangkok kornea mata itu berlangsung Jumat, 19 Mei 2017 lalu.

Menurut Dini, operasi terhadap pasien pria asal Jember ini merupakan operasi cangkok kornea dengan teknik descemete stripping endotelial keratoplasty (DSEK). “Teknik ini pertama kali dilakukan di RSMU dan Indonesia Bagian Timur,” katanya.

Di Indonesia, RS yang sudah melakukan operasi serupa baru Jakarta Eye Center. Selama ini, teknik tradisional yang sudah dikerjakan beberapa dokter dengan teknik penetrating keratoplasty. Yakni, semua lapisan kornea diganti.

“Sedangkan lamelar keratoplasty hanya mengganti bagian yang rusak saja. Keunggulan lamelar resiko terjadinya rejection atau penolakan lebih rendah dibandingkan penetrating,” tuturnya.

Ia menambahkan, teknik cangkok kornea ini masih minim di Indonesia karena pendonornya diambil dari luar negeri. Sehingga biayanya mahal. “Donor didapatkan melalui bank mata Indonesia di Kirana RSCM Jakarta. Donor kornea diperoleh dari Filipina,” jelas Dini.

Sujarno menambahkan, keratoplasty atau cangkok kornea secara garis besar ada dua macam. Yakni, penetrating (seluruh ketebalan kornea) yang diganti. Ini yang dikakukan selama ini. Kedua lamelar keratoplasty (sebagian lapisan kornea) yang diganti. “Ini yang masih sangat jarang dikerjakan tetutama di Indonesia,” katanya.

Lamelar keratoplasty ada dua. Yaitu, anterior atau lapisan depan kornea yang diganti. Sedang kedua posterior atau lapisan kornea bagian belakang yang diganti.

“Penggantian kornea lapisan belakang ini disebut DSEK. Di Indonesia, DSEK baru dilakukan RSMU Surabaya dan Jakarta Eye Center,” tambahnya. (rif)Sejarah baru dicatatkan Rumah Sakit Mata Undaan Surabaya. Untuk kali pertama, rumah sakit yang berdiri sejak jaman Belanda itu berhasil melakukan operasi cangkok kornea mata.

Operasi cangkok kornea mata dengan teknik baru ini merupakan kali pertama terjadi di Indonesia timur. “Selamat untuk tim bedah refraktif dan katarak,” kata Direktur RSMU dr Sujarno kepada ngopibareng.id, Minggu (21/5).

Tim dokter yang sukses melakukan cangkok kornea ini dipimpin dr Dini Dharmawidiarini. Dia dibantu dr Sahata dan dr Farida. Ketiganya adalah dokter andalan RSMU. Operasi cangkok kornea mata itu berlangsung Jumat, 19 Mei 2017 lalu.

Menurut Dini, operasi terhadap pasien pria asal Jember ini merupakan operasi cangkok kornea dengan teknik descemete stripping endotelial keratoplasty (DSEK). “Teknik ini pertama kali dilakukan di RSMU dan Indonesia Bagian Timur,” katanya.

Di Indonesia, RS yang sudah melakukan operasi serupa baru Jakarta Eye Center. Selama ini, teknik tradisional yang sudah dikerjakan beberapa dokter dengan teknik penetrating keratoplasty. Yakni, semua lapisan kornea diganti.

“Sedangkan lamelar keratoplasty hanya mengganti bagian yang rusak saja. Keunggulan lamelar resiko terjadinya rejection atau penolakan lebih rendah dibandingkan penetrating,” tuturnya.

Ia menambahkan, teknik cangkok kornea ini masih minim di Indonesia karena pendonornya diambil dari luar negeri. Sehingga biayanya mahal. “Donor didapatkan melalui bank mata Indonesia di Kirana RSCM Jakarta. Donor kornea diperoleh dari Filipina,” jelas Dini.


Sujarno menambahkan, keratoplasty atau cangkok kornea secara garis besar ada dua macam. Yakni, penetrating (seluruh ketebalan kornea) yang diganti. Ini yang dikakukan selama ini. Kedua lamelar keratoplasty (sebagian lapisan kornea) yang diganti. “Ini yang masih sangat jarang dikerjakan tetutama di Indonesia,” katanya.

Lamelar keratoplasty ada dua. Yaitu, anterior atau lapisan depan kornea yang diganti. Sedang kedua posterior atau lapisan kornea bagian belakang yang diganti.

“Penggantian kornea lapisan belakang ini disebut DSEK. Di Indonesia, DSEK baru dilakukan RSMU Surabaya dan Jakarta Eye Center,” tambahnya. (rif/sob)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »