Pemuda Peduli Lingkungan Desa Sundul jaga Sumber Mata Air Teleng

Magetan ( wartaonline.co.id) 1/5

Pada hari libur minggu ini pemuda Desa sundul kecamatan parang kabupaten Magetan jawa timur justru tidak nglecer melainkan menjaga sumber mata air di sumber teleng yang saat ini mulai surut.

Aksi kerja sosial yakni membersihkan daun diselokan dekat sumber mata air yang mulai menutupi saluran irigrasi air.

Kang sobari masih mengenang sumber mata air teleng ini sudah ada sejak zaman dahulu, dulu sekitar tahun 1990 saat berkunjung masih bening,bersih dan airnya terus mengalir dari nata air sampai.melimpah. Tetapi dalam kurun 5 tahun terakhir ini debit airnya terus berkurang entah kenapa dan disebabkan oleh apa sumber mata air teleng kok semakin surut hingga kini masih belum diketahui penyebabnya. Semoga ada pencinta lingkungan bisa memberikan jawaban dan saat ini masih dalam penelusuran oleh pencinta dan peduli lingkungan hidup.

Melihat sumber mata air teleng sundul ini mulai surut pada senin (1 mei 2017) sekitar 20 pemuda peduli lingkungan desa sundul melakukan pengamatan dan melakukan identifikasi sebab sebab mengapa sumber mata air sumber mulai surut yakni aksi pertama membersihkan daun dan ranting yang rontok disekitar sumber teleng .

Rokim salah satu ketua pemuda peduli lingkungan sundul mengatakan ” ya saya bersama teman teman prehatin akan keadaan kondisi sumber mata air teleng.sehingga kami melakukan membersihkan daun dan ranting disini. Sambil mempromosikan sumber mata air teleng sebagai destinasi wisata sumber mata air langka di magetan.” Kata Rokim kepada wartaonline.co.id (2/5).

Dari pantauan wartaonline.co.id dilokasi sumber mata air teleng,selama ini sepertinya kurang mendapatkan perhatian dari pemerintah setempat, Sehingga lokasi sumber mata air kelihatan kotor dan menyeramkan, padahal dulu lokasi sumber mata air teleng ini dikenal sebagai obyek wisata sumber mata air abaadi di Magetan. Sehingga banyak di kunjungi wisatawan dari berbagai daerah untuk kemah dan tempat wisata sambil mencicipi air sumber yang nasih bening dan bersih tidak terkontaminasi oleh polusi limbah industri.

“Ya tampak sumber mata air teleng ini dulu tempat orang nengambil air untuk keperluan mandi, cuci serta untuk keperluan minum, debit airnya kini airnya terus berkurang karena seperti tak terawat sehingga sumber mata airnya tersumbat” katanya.

Sementara Mohamad sobari pengamat peduli lingkungan Indonesia mengatakan “kenapa sumber mata air diteleng kini mulai surut salah satunya penyebabnya adalah mungkin pohon pohon yang ada di gunung yang ada di sekitar lokasi sebagai sumber air kini sudah tidak ada lagi alias sudah ditebangi, sehingga kandungan air dalam perut bumi mulai berkurang. jika pohon pohon yang ada di sekitar lokasi dekat gunung Bancak tidak ditebangi maka sumber mata air diteleng ini akan tetap terjaga terus mengalir.

Saya berharap ada tindakan tegas dari pihak terkait agar hutan yang ada di gunung Bancak ini tidak gundul yakni melakukan reboisasi.

saya harap kepala daerah atau bupati setempat bisa mengambil langkah tegas mencegah terjadinya hutan gundul dan longsor, agar tidak menimpa desa sundul kecamatan parang kabupaten Magetan yang kami cintai.

Jika hutan gundul akan terjadi bencana alam tanah longsor. Hal ini terbukti di kabupaten Ponorogo jawa Timur, akhir akhir ini terjadi longsor;menimpa rumah penduduk yang ada di lereng gunung. Longsornya tanah ini akhibat pohon pohon dengan akarnya yang menawan tanah itu sudah tidak kuat sehingga terjadilah lobgsor.

Saya berharap adanya peran masyarakat bersama sama menjaga sumber air dari kepubahan. pemuda desa Sundul hukumnya wajib menjaga dan mempertahankan serta melestarikan sumber mata air. Sumber mata air teleng ini upayakan terus bisa mengalir karena air adalah sebagai sumber kehidupan manusia dibumi. (sob/ito)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »