Guru Prestasi Berbagi Trik dan Pengalaman

JAKARTA (wartaonline.co.id) 24/5

Sekitar 15 guru prestasi berbagi pengalaman trik menulis serta pengalaman menjadi sebagai guru teladan, guru juara OSN dan, guru yang sukses mengantar muridnya untuk mengikuti berbagai lomba hingga even dari tingkat kabupaten sampai internasional. Tulisan dari 15 guru ini tertuang dalam Diary Guru Megilan.

Diary Guru Megilan ini dilaunching dalam pembukaan Pameran Pendidikan. Istimewanya, Bupati Lamongan, Fadeli, Sekretaris Daerah Yuhronur Efendi dan Kepala Dinas Pendidikan Adi Suwito memberikan kata pengantar dalam Diary Guru Megilan.

“Memang ini masih satu buku yang ditulis oleh 15 guru yang sukses. Tetapi ke depan, tidak hanya guru dari berbagai sekolah, bisa satu sekolah satu buku, satu kepala sekolah satu buku, terus merembet satu instansi satu buku, dan seterusnya dan seterusnya,” kata Fadeli, Rabu (24/5/2017).

Fadeli menyambut baik dan memberikan apresiasi pada guru-guru yang telah berani membuat lompatan-lompatan dalam dunia pendidikan. Ia juga senang karena buku ini merupakan wujud usaha guru untuk menyukseskan program Kabupaten Lamongan.

“Inilah yang saya maksud dengan Gerakan Literasi atau Gerakan Lamongan Gemar Membaca, dan Gerakan 18-21. Gerakan ini tidak boleh biasa-biasa saja, harus ada lompatan, harus ada inovasi,” ucapnya.

Lebih lanjut, Fadeli meminta guru Lamongan terus berupaya memotivasi warga Lamongan untuk gemar membaca dengan harapan dapat terwujudnya generasi bangsa yang literat dan berkarakter.

“Generasi yang bisa bersaing di dunia global sehingga hidupnya kelak lebih sejahtera. Sebagaimana visi pemerintah Kabupaten Lamongan sekarang yaitu berdaya saing dan lebih sejahtera,” ujarnya.

Buku inspiratif ini dikomandani oleh penulis produktif Lamongan Triana Dewi dan finalis OSN tingkat nasional Hibatun Wafiroh. Mereka telah sukses mengkoordinir 13 guru sukses lainnya untuk menulis pengalamannya sebagai guru berprestasi dan guru yang sukses mengantar muridnya berprestasi sampai tingkat nasional, bahkan internasional.

“Harapan saya buku ini dapat menjadi tonggak awal kesadaran seluruh guru dan kepala sekolah untuk menulis dan juga bisa menginspirasi instansi lain untuk menulis,” tulis Fadeli menutup pengantar di Diary Guru Megilan ini.

Sementara itu Ketua Dewan Pendidikan Lamongan (DPL),R Chusnu Yuli Setyo, yang juga ikut menulis pengalamannya di buku itu mengaku senang para pimpinan di Lamongan berkenan menuliskan sambutan kata pengantar di buku itu.

“Itu wujud dukungan dan apresiasi beliau-beliau pada para penulis dan dukungan pada Gerakan Literasi di Kabupaten Lamongan,” ujarnya di sela-sela launching buku Diary Guru Megilan.

DPL, tambah Chusnu, menyatakan dukungan penuh atas terbitnya buku Diary Guru Megilan. “Launching buku Diary Guru Megilan ini semoga bisa memberi inspirasi bagi seluruh guru yang ingin berkarya. (Di kutif dari Time indonesia)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »