Satu Santri Satu Artikel di Pamekasan

Pamekasan (wartaonline.co.id) 6/3

Banyaknya media sosial yang bermunculan saat ini membuat bingung masyarakat awam. Sebab informasi yaag tidak benar faktanya akan membuat resah dikalangan masyarakat. Untuk mengantisipasi pemberitaan yang tidak seimbang itu, Lembaga Ta’lif wan Nasy’ar (LTN ) NU pamekasan Madura, mengadakan acara seminar dan pelatihan jurnalistik santri minggu (5/3) di ponpes sabilul ihsan teja Timur Pamekasan.

Acara itu di hadiri oleh ketua LTN NU jawa Timur Ahmad najib dan kang sobari dari LTN NU pasuruan yang saat ini sebagai pimred media Wartaonline.co.id.

Acara yang di gagas oleh LTN NU dan LAKPESDAM Pamekasan itu mendapatkan sambutan luar biasa dari kalangan ulama di pamekasan dan santri.

Ahmad Najib memberikan paradikma tentang peran media sosial dalam ghazwatul fikr.karena Perang urat syaraf di media sosial juga harus diimbangi dengan media sosial. Untuk mengantisipasi berita-berita yang menyudutkan dikalangan Nahdlatul ulama (NU) para santri perlu dibekali pelatihan jurnalistik. para para santri bisa menulis dengan program satu santri satu artikel .

” Jika para santri sudah bisa menulis artiikel maka akan mudah akan mengimbangi berita berita yang menyudutkan di kalangan nahdlatul ulama.” Kata Ahmad Najib kepada wartaonline.co.id (5/3).

Sementara KH.Moh Idris Hamid ketua LTN NU Pamekasan mengatakan ” untuk mengantisipasi berita berita di media sosial perlu adanya pelatihan jurnalistik di kalangan santri. Dengan program satu santri satu artikel ini dinilai sangat efektif untuk mengimbangi informasi yang tidak jelas sumbernya.

Acara seminar dan pelatihan jurnalistik ini dihadiri kominfo kabupaten panekasan. Ketua PCNU kabupaten Pamekasan. Ketua LTNU jawa Timur serta diikuti oleh ratusan santri dari berbagai utusan pondok pesantren di pamekasan dan badan otonom dibawah naungan pengurus cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) pamekasan jawa timur.(sob/gus)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »