Pamekasan gelar lomba nulis Buku Biografi sang kyai

Pamekasan (wartaonline.co.id) 9/3

Langkah pengurus cabang NU Pamekasan untuk mewujudkan impiannya menulis buku biografi kini terus disosialisasikan. Salah satunya adalah menggelar diklat jurnakistik para santri dan menulis buku yang diadakan pada tanggal 5 maret yang lalu.

Setelah santri mendapatkan gambaran tentang tokoh atau kyai yang bakal di jadikan obyek penulisan akan mudah untuk menulisnya.

“Para santri dan pengurus pondok pesantren khususnya di pamekasan cukup puas dan semangat untuk menulis biografi sang kyai” kata KH.idria Hamis ketua LTN NU pamekasan kepada wartaonline.co.id

Sementara ini banyak tokoh atau kyai di madura yang layak di jadikan obyek bahan tulisan. Baik biografi kyai yang sudah wafat maupun masih hidup.

Saat memberikan materi di pamekasan kang sobari sempat membuatkan kerangka identifikasi tokoh atau kyai yang bisa dinpilih untuk di jadikan obyek penulisan.

Setelah memberikan pelatihan jurnalistik pengurus ltn beranjak ke makam di batu ampar pamekasan. Rombongan LTN NU dari jaea timur dipandu oleh santri Sepulang dari batu ampar kami dipandu santri dari ponpes sabilul ikhsan Teja Timur pamekasan.

Selama perjalanan menuju makam dibatu ampar lancar , setelah pulang makan sate komo disebuah warung dengan berlima kami habis puluhan tusuk.
Perjalanan pulang kang sobari pilih meneruskan perjalanan ke sumenep dengan di bonceng santri bernama suwadi santri yang sabar cerdas.

Saat perjalanan menuju terminal pamekasan sepeda motor yang kami tumpangi ban belakang bocor sehingga harus mencari tukang tambal ban. Pada saat magrib tidak ada tukang tambal ban yang buka, tetapi kami berhenti di tempat tukang tambal ban yang tutup. Kami ditanya dari mana mau kemana? Kami jawab dari batu ampar. Kemudian kami berdua santri suwadi dan saya di tanya sudah sholat dan di ambilkan sajadah dan di alirkan air wudhu dari sumur pompa.
Aku tanya kok tambal ban tidak buka mas. Ya saya sdh 4 bulan tidak buka sepi.al hamdulillah dia mau menambal ban bocor sepeda santri. Kemudian ada lagi sepeda yang bocor. Setelah di tambal kami menuju terminal menuju sumenep.ternyata tambal ban itu santri juga. (Sob/fif)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »