Gagal Lelang, Blanko E-KTP Kosong

Jakarta – Wartaonline.co.id (4/3)  Pasca Gagalnya lelang pengadaan blanko KTP Elektonik kemendagri bulan lalu, sejumlah warga yang membutuhkan E-KTP resah. Kebutuhan blanko E-KTP berdasarkan informasi kemendagri sekitar 7 juta. Mendagri Cahyo Kumolo pada akhir pebruari lalu menyatakan blangko E-KTP akan tersedia pada maret 2017, tetapi hingga saat ini ternyata tanda tanda hadirnya Blanko E-KTP tidak kunjung disiarkan.

Sejumlah kantor kependudukan dan catatan sipil diberbagai daerah bahkan membuat pengumuman bahwa tidak melayani pencetakan E-KTP hingga batas waktu yang tidak ditentukan. Jawa Barat membutuhkan kurang lebih 3,6 juta blanko. Kepala Disdukcapil Provinsi Jawa Barat Abas Basari mengatakan, saat ini banyak warga Jabar yang telah melakukan perekaman KTP elektronik (KTP-el), namun belum jadi. Ini karena blangko KTP-el tidak tersedia.

“Kebutuhan blangko KTP-el untuk memenuhi jumlah kebutuhan KTP bagi wajib KTP di Jawa Barat adalah sebanyak 3.618.202 keping,” ujarnya seperti dalam rilis yang diterima, Rabu malam (1/3).

Menurut Abas, dari 43.740.159 jiwa penduduk Jabar per 31 Desember 2016 berdasarkan Data Konsolidasi Bersih (DKB), sebanyak 30.829.210 jiwa sudah melakukan perekaman KTP-el terhitung hingga bulan Februari 2017 ini. Dengan rincian, 28.161.829 orang sudah memiliki KTP-el. Penduduk yang datanya sudah tunggal, namun belum dicetak KTP-el nya sebanyak 1.431.490 orang.

Hal ini juga dialami kabupaten/kota lainnya. Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) pun hanya bisa pasrah. Kepala Disdukcapil Chairil Anwar menjelaskan, pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) sudah melelang pengadaan blangko menjelang anggaran perubahan tahun 2016. Namun, kegagalan lelang menyebabkan lelang baru akan dilelang tahun ini.  “Kita tidak bisa berbuat apa-apa karena memang daerah tidak memiliki kewenangan untuk penyediaan blangko. Semuanya didistribusikan dari pusat,” ujarnya.

“Jika ada blangko pasti prosesnya akan lebih cepat dan tentunya membantu kinerja kami. Sekarang dengan keterbatasan tersebut kita hanya memaksimalkan saja ketersediaan blangko yang ada. Pusat saja tidak bisa memenuhi kebutuhan blangko yang kami butuhkan. Blangko yang dikirimkan secara bertahap hanya 2.000, 4.000 atau paling banyak 6.000. Jumlah tersebut jika dibandingkan dengan daftar tunggu yang ada sekarang dalam 4 hari saja sudah habis blangkonya,” tambahnya.

Dispencukcapik kota surabaya terpaksa menerbitkan surat perpanjangan surat pengganti KTP-el. Suharto Wardoyo Kepala Dispendukcapil Kota Surabaya mengatakan, surat keterangan pengganti KTP elektronik (KTP-el), yang berlaku 6 bulan sejak dikeluarkan Oktober 2016 lalu, terpaksa akan diperpanjang.

Layanan perpanjangan surat pengganti KTP-el ini menyusul masih nihilnya blangko dari Kementerian Dalam Negeri pasca gagalnya lelang blangko ini tahun lalu.

“Jadi, kalau sampai Maret ini pengadaannya masih gagal, kemungkinan kami akan memperpanjang Surat Keterangan Pengganti KTP elektronik,” ujarnya, Jumat (3/3/2017).

“Kami sudah menyosialisasikan hal ini sejak Oktober lalu ke instansi-instansi terkait juga melalui media massa,” kata Anang.

Surat pengganti itu, semestinya, tetap bisa digunakan untuk mengurus administrasi yang berkaitan dengan Perbankan, BPJS, Keimigrasian, SIM, STNK dan lainnya. (TS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »