Jamaah Umroh Asal Pasuruan di tahan di Arab saudi

Pasuruan 18/1 wartaonline.co.id

Inilah peringatan bagi para jamaah umroh atsu haji asal indonesia untuk menjaga etika dan prilaku saat di arab saudi atau mekah dan madinah.

inilah warga pasuruan yang di tahan oleh polisi arab saudi yang gurau saat naik pesawat  mereka adalah Tri, dan Umi Widayani Djaswadi (56) warga Jalan Bendosolo, Desa Pogar, Kecamatan Bangil yang juga ditahan.

Mereka saat ini berada di sel tahanan atau penjara wanita di Jeddah yakni Sijjin Islakhiyah, Dahbah, Jeddah.

Keduanya tidak bisa pulang ke Indonesia setelah diduga membawa barang membahayakan alias bom.

Padahal, kala itu, Umi hanya berniat bercanda dengan pramugari yang menanyakan isi tas yang sangat berat.

Kepada wartawan, Nonik berharap segera ada kejelasan dari pemerintah terkait nasib ibunya ini. Ia merasa iba dengan ibunya yang tidak bisa pulang ke Indonesia.

“Kasihan mama, sudah saatnya pulang tapi tidak bisa pulang ke rumah. Seharusnya mama, sudah berada di Pasuruan sejak tanggal 12 Januari lalu, tapi sampai sekarang belum pulang,” kata Nonik sambil meneteskan air mata.

Nonik merasa ada yang hilang di dalam keluarganya. Ia merasa kehilangan sosok yang selalu menguatkannya. Ia juga merasa beban karena banyak pertanyaan yang muncul, kenapa sang mama belum pulang dari tanah suci.

“Saya juga bingung, tapi ini musibah mau bagaimana lagi. Saya hanya berharap semoga ada jalan keluar dalam jangka waktu dekat ini,” tandasnya.

Hal yang sama juga disampaikan Berlina Marganita, anak kedua Umi, dan adik kandung Lyan Widia.
Dia ingin pemerintah membantu kepulangan sang mama. Ia yakin bahwa mamanya ini tidak bersalah dan tidak membawa bom atau bahan peledak.

“Saya yakin itu hanya bercanda saja. Tidak ada maksud apa – apa. Mohon pak menteri dan pak presiden untuk membantu mama saya disana,” jelasnya.

Ia mengaku, dalam jangka waktu dekat ini, akan mengambil libur panjang dan berangkat ke Jakarta.
Ia berkeinginan mendatangi kantor kementerian luar negeri untuk menyegerakan proses pemulangan mamanya yang menjadi tahanan di Arab Saudi atas dugaan kasus sepele.

“Kalau ada waktu saya akan ke Arab Saudi , saya kangen sama mama. Semoga ada jalan terbaik yang bisa didapatkan,” pungkasnya.

Sementara kasus yang menimpa keluarga Lyan ini menjadi perbicaraan warga perumahan kraton Harmoni karena lyan saat ini menjadi ketua RT.05 /X1 perumahan kraton Harmoni desa bendungan kec.kraton kabupaten pasuruan jawa timur.

Saat berangkat Umroh Lyan hanya pilih teman pengurus RT/RW yang diundang untuk mendoakan . warga tahunya kalo Lyan keluarga ditahan di arab saudi pada saat tahlil di rumah warga yang meninggal.

“Ya ini  Lyan RT.05/X1 masih  di arab saudi mendampingi keluarganya di tahan di arab saudi saat bergurau di pesawat di tanya oleh pramugari tentang bawaanya ,” kata Kusbadriyo kepada wartaonline.co.id

Hingga berita ini di turunkan belum ada kabar yang jelas kapan Keluarga Lyan akan di pulangkan ke indonesia. (sob/tim/sur)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »