Guru Penulis Buku diajak memahami gender

Jakarta (wartaonline.co.id) 4/12

Guru penulis buku teks ajar sekolah  saat ini mulai menurun seiring dengan adanya media sosial yang beredar naskah dan tulisan yang mudah untuk di baca Hal ini akan menjadikan malas bagi enulis yang selama ini telah berkirah di dunia penulisan terutama buku.

Menurut mohamad sobari pengamat pendidikan  mengatakan ” Selama kurun waktu 5 tahun terakhir buku-buku yang di terbitkan oleh kemendibud hasil dari sayembara penulis ini di cetak maupun diunggah dimedia elektronik

Dr. Heru Heru P.  Kasidi  Deputy Bidang Kesetaraan Gender kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindngan anak RI, mengatakan ,Tujuan pemerintah untuk memberikan pelatihan dan memahi penulisan buku bernuansa gender ini agar ikut warga negara laki-laki dan perempuan ikut berperan dalam pembangunan ” katanya kepada peserta diklat.

Peran  penulis buku disini sangat penting karena memberikan gagasan gagasan yang dapat memberikan pendidikan berniali karakter . Buku yang di tulis selain di cetak  bisa diunggah dimedia elektronik ini memberikan kemudahan bagi pembaca yang ingin memerlukan jenis buku yang diinginkan.

Dari engamatan enulis buku-buku yang di tulis oleh ara enulis saat ini dinilai masih belum banyak  menunjukan muatan karakteristik yang nantinya bisa memberikan motivasi berubah sesuai kaidah dan norma-morma yang ada di negara indonesia untuk merubah manset tersebut  erlu camur tangan ihak emerintah  Dalam Hal ini  ihak emerintah  yang berkecimung langsung membawahi bidang endidikan dan kemasyarakatan yakni kementrian endidikan Nasional dan Budaya kementrian agama (Kemenag dan kementrian eremeuan dan erlindungan anak Tiga kementrian ini memumyai akses untuk merumuskan dan mengisntruksikan ke bidang enyusuana buku untuk bahan ajar baik d sekolah mauun di masyarakat

Ada beberaa hal yang menyebabkan merosotnya gairah enulis untuk membuat buku ajar, selama ini dialami oleh enulis antara lain

1 enulis Buku belum seenuhnya belum di hargai secara manusiawi

2 Tidak ada aturan Royalti yang mengatur Royalti yang di eroleh enulis tidak ada aturan yang jelas sehingga kalah dengan penerbit  3 Hak cita penulis sering di abaikan .

Agus Spriyanto Penulis dari jawa timur  memberikan masukan Untuk memberikan semangat dan aturan yang jelas dalam enulisan buku ini erlu adanya sinergi  dan aturan yang jelas antara ihak emerintah , enulis dan enerbit jika hal ini telah diatur dalam undang-undang akan bisa memberikan payung hukum bagi ara penulis dan penerbit sehingga sama-sama di untungkan oleh kedua belah pihak. (S0/tim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »