KPU kekurangan 10 Ribu pegawai organik

Bnayuwangi (wartaonline.co.id) 21/10

Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI mengaku kekurangan 10 ribu pegawai di seluruh Indonesia. Saat ini KPU pusat baru mempunyai 6000 ribu pegawai organik dari 16 ribu pegawai yang dibutuhkan.

“Pegawai organik KPU ini sangat diperlukan KPU untuk menunjang SDM di lembaga penyelenggara pemilu ini. Sebab hadirnya PNS dari perbantuan pemerintah daerah setempat bukan tanpa risiko,” jelas Komisioner KPU Arief Budiman, saat bimbingan teknis di Pendopo Banyuwangi, Kamis (20/10/2016).

Karena, kata Arief, banyak tenaga bantu khususnya PNS yang tidak sesuai. Bahkan kemudian ditarik oleh pemerintah daerahnya masing-masing ketika pilkada hendak dilaksanakan atau setelah pilkada berlangsung.

“Saat ini idealnya kita butuh 12 ribu PNS. Sejauh ini problemnya pegawai dipinjamkan dari pemerintah. Kami terus melakukan rekrutmen sendiri supaya KPU nanti bisa lebih mandiri,” katanya.

Arief Budiman menyebut harus segera melakukan upaya rekrutmen pegawai KPU. Terlebih tahun 2017 terdapat sejumlah daerha yang akan melakukan pilkada serentak. Menurutnya, kurangnya pegawai di lingkungan KPU ini karena imbas dari Moratorium pegawai yang dilakukan oleh pemerintah.

“Mau tidak mau, kita harus maksimalkan penambaha pegawai agar kerja KPU dapat maksimal,” imbuhnya.

Tapi masalahnya, rekrutmen pegawai KPU ini sering tidak sesuai. Karena di satu Kabupaten pegawainya banyak, sedang di daerha lain justru kekurangan. Sehingga perlu adanya penataan pegawai.

“Penataan pegawai idealnya untuk KPU Propinsi sebanyak 34 orang dan KPU Kabupaten/Kota sebanyak 17 orang,” pungkasnya. [rin/but/sob]

Tag : kpu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »