GUS IPUL: PELUANG INVESTASI BISNIS DI JATIM MENJANJIKAN

Surabaya (wartaonline.co.id) 25/10-

Peluang ekonomi di Jawa Timur sangat terbuka bagi investor yang akan menanamkan modal. Hal ini dikatakan Saifullah Yusuf Wakil Gubernur Jawa Timur saat mengukuhkan dan melantik SATU AKSES (Satuan Tugas Akselesarsi Ekonomi Syariah ). Satgas Akselerasi Ekonomi Syariah resmi dibentuk sesuai dengan keputusan Gubernur Nomor 188/600/KPTS/013/2016 tanggal 21 Oktober 2016.

Pengukuhan dan pelantikan Satu Akses Jawa Timur dilakukan di Grand City pada acara Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF), Selasa (21/10/2016).

“Jatim harus menjadi regional ekonomi syariah terbesar di Indonesia sehingga kesejahteraan masyarakat bisa segera terwujud,” kata Gus Ipul ketika melantik Satu Akses.

Ia mengatakan, tujuan dibentuknya Satgas ini adalah menyinergikan peran antar stakeholder dalam rangka percepatan pelaksanaan ekonomi syariah. Setelah satgas dibentuk dan disinergikan, tujuan selanjutnya diharapkan dapat mengukur dan bersama sama merumuskan kebijakan terkait akselerasi ekonomi syariah

“Di Singapura dan Inggris, ekonomi Syariah berkembang pesat, tentu Indonesia dengan mayoritas muslim mestinya bisa juga lebih maju,” kata Gus Ipul.

Menurut dia, salah satu kunci di dalam kesuksesan akselerasi ekonomi syariah di Jawa Timur yakni perkuatan kelembagaan, kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM) hingga sosialisasi kepada masyarakat terkait pelaksanaan ekonomi syariah.

Penguatan kelembagaan harus dilakukan agar sinergitas program yang terjalin antar semua lini berjalan dengan baik. Sementara, sosialisasi kemasyarakat juga terus dilakukan melalui Pondok Pesantren (Ponpes) hingga organisasi keagamaan seperti Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah.

Bahkan kelembagaan lainnya seperti Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan instansi baik pemerintah maupun non goverment juga terus di perkuat peranannya. Maka, setelah dibentuknya satgas ini diharapkan dapat mendorong dan mempercepat akselerasi ekonomi syariah di Jatim.

Sementara itu, Benny Siswanto Kepala Kantor Perwakilan BI mengatakan, dengan dibentuknya satgas ini, ruang lingkup kerjasama antara Pemerintah Jawa Timur dan Bank Indonesia berkembang semakin luas, terutama pada pengembangan ekonomi dan keuangan syariah. Pemerintah dan BI juga telah mengimplementasi kerjasama dalam pemantauan dan pengendalian harga di Jawa Timur dengan terbentuknya Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID).

“Saya berharap agar komitmen dan kerjasama antara Pemprov Jatim, BI, OJK, Kalangan Praktisi, akademisi dan ulama dalam mengembangkan ekonomi syariah dapat berjalan istiqomah, optimal dan mendapat dukungan dari berbagai unsur terkait,” kata dia. (fik/iss/made)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »