Pemkab Bojonegoro kebagian Rp. 800 m Dari Bagi hasil kilang Minyak

Bojonegoro (wartaonline.co.id) 31/5 Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, diperkirakan akan menerima Dana Bagi Hasil Minyak dan gas bumi (DBH Migas) dari Pemerintah Pusat senilai Rp 800 milar pada tahun 2016 ini. “Dana sebesar itu bisa konsisten jika harga minyak mentah dunia berada di kisaran 40 dolar Amerika per barel,” kata Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Kekayaan Daerah Kabupaten Bojonegoro, Ibnu Suyuthi.

Menurut Ibnu, nilai DBH Migas yang diperoleh Bojonegoro, bisa saja tidak sesuai perkiraan. Karena jumlah itu sangat tergantung pada harga minyak mentah dunia yang selalu berubah-ubah. Seperti pada tahun 2014, harga minyak mentah dunia kisaran 100 dolar per barel, maka penerimaan DBH Migas bisa tinggi. Bahkan, DBH Migas yang diterima Bojonegoro pada 2016 diperkirakan bisa mencapai Rp 1,2 triliun. Namun, karena harga minyak dunia turun, sehingga yang diterima sekitar Rp 800 miliar.

Adapun, untuk penerimaan DBH Migas Bojonegoro didapat dari produksi minyak mentah dilapangan Banyu Urip, Blok Cepu, yang kini produksinya mencapai 180 ribu barel per hari. Dan dari lapangan minyak Sukowati berproduksi 16.000 barel per hari. Selain itu, juga di dapat dari lapangan Tiung Biru dan sumur tua Wonocolo yang produksi minyak mentahnya sebesar 2000 barel per hari.

Sedangkan pemerintah pusat mencairkan DBH Migas kepada pemerintah daerah biasanya setiap tiga bulan sekali, yakni antara 25 persen hingga 30 persen untuk setiap kali pencairan.( gus/sob)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »