Budaya literasi Tunas negeri Dalam Sunyi

BUDAYA LITERASI TUNAS NEGERI DALAM SUNYI
Ajar Putra Dewantoro. S,Pd
SLB Dharma Wanita Jiwan Kab.Madiun

Membaca dan memahami kalimat yang bertautan tersusun dari beberapa kata dalam sebuah warta maupun buku merupakan bentuk sebuah kebingungan bagi siswa penyandang tuna rungu wicara. Kebingungan tersebut terugkap dalam sebuah pertanyaan “Apa rahasia yang tersimpan dalam susunan kata tersebut? Pertanyaan yang sering diutarakan apabila peserta didik membaca runtutan kata dalam kalimat yang tersusun dan tersaji dalam kegiatan membaca diawal kegiatan proses belajar untuk budaya literasi generasi emas indonesia.
Bahasa merupakan modal utama dalam berkomunikasi yang terwujud melalui kata dan suara. Bagi peserta didik tunarungu kemampuan berbahasa merupakan modal utama yang wajib dan mendasar yang harus dimiiki oleh peserta didik. Kemampuan memahami makna dan maksud bertujuan agar pesan yang tersirat dan tersurat dari susunan kalimat bacaan yang di baca melalui kegiatan membaca dapat di rasakan manfaatnya oleh peserta didik. Membaca merupakan gerbang informasi bagi siapapun manusia yang melakukanya tanpa melihat hambatan yang dimilikinya.
Bulan mei merupakan bulan pendidikan di negeri kita tercinta, dan dibulan inilah dimana seluruh elemen pendidikan negeri ini mencoba dengan daya upaya untuk meningkatkan kemampua kegiatan literasi di segala unsur unsur pendidikan di seluruh Indonesia. Dilingkungan pendidikan anak luar biasa/pendidikan layanan khusus tak luput dari effect budaya literasi yang merupakan agenda program nasional.
Pada bulan pendidikan tahun ini proses pembelajaran di lingkungan pendidikan luar biasa SLB Dharma Wanita Jiwan Kab.Madiun melakukan fokus kegiatan peingkatan budaya literasi di lingkungan sekolah pada program pembelajaran pengenalan dan penelaahan makna kata dalam berita media cetak maupun media elekronik. Terobosan dalam inovasi penggalaan gemar membaca dan memahami makna dengan harapan bertambahnya kemampan pemahaman arti kosa kata yang dimilki peserta didik khususnya siswa tunarugu. Semangat budaya literasi sebagai landasan perwujudan budaya pelestarian kegiatan membaca serta media rasa cinta tehadap bahasa persatuan bahasa indonesia sudah diupayakan di lingkngan seolah luar biasa dengan segala keterbatasanya.
Arti sebuah kata dan kekayaan kata serta makna dalam bahasa indonesia merupakan pengetahuan layaknya harta yang mahal bagi peserta didik tunarungu. Beragam kata yang tersusun dalam kalimat berita informasi memunculkan beberapa perspsi pemaham yang bebeda terutama para siswa penyandang tuna rungu yang membacanya. Penjelasan pendidik yang berkompeten dalam kegiatan telaah kata dalam berita sangat ditunggu oleh lumbung pengetahuan pemahaman makna kosakata peserta didik. Puncak yang dari kegiatan telaah makna berita yang dilaksanakan, diharapkan siswa tuna rungu mampu memahami isi infomasi berita yang telah dibaca melalui persepsinya tanpa melenceng dari kaidah arti yang sesungguhnya.
Guru SLB kususnya pendidik kelas tunarungu diharapkan juga untuk selalu menambah kemampuan pribadi. Kemampuan pribadi terutama perbendaharaan kosa kata dalam bahasa Indonesia serta mengubah dalam bentuk bahasa isyarat. Selain itu pendidik juga diharapkan mampu merancang dan merangkai kemampuan bahasa isyarat yang bisa dipahami dan dimengeri oleh siswa terutama kata kata ilmiah yang biasaya terdapat pada kalimat berita maupun bacaan. Banyak permasalahan yang muncul dalam proses kegiatan tersebut, terutama ketika siswa peserta didik mengalami kesulitan sehingga mengajukan pertanyan tentang arti kalimat dalam berita tebaru di negeri ini yang di dalamnya terdapat kata kata ilmiah. Dalam hal ini sertifikat pelatihan maupun sertifikat profesi pendidik tak berfungsi jika guru enggan meng-update kemampuan dengan kegiatan membaca buku dan informasi berita di media cetak maupun elektronik sebagai tambahan informasi pribadi.
Diharapkan penggunaan dan pemilihan kata dalam penulisan kalimat berita memperhatikan sisi manfaat yang dapat dikonsumsi oleh pembaca dalam segala kemampuan yang dimiliki tanpa mengubah kaidah arti kata dalam kaidah bahasa persatuan. Sehingga infomasi berita lebih bermakna bagi seluruh anak bangsa dari berbagai jenis kemampuan yang dimiliki untuk membentuk generasi emas Indonesia melalui budaya literasi tunas negeri dalam sunyi.

Penulis adalah Ajar Putra Dewantoro, S.Pd Guru SLB Dharma Wanita Madiun

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »