Batik Sebagai Warisan Leluhur

Pasuruan (wartaonline.co.id) 19/5

Batik berasal dari bahasa Jawa, yang terdiri dari dua kata yaitu “mbah” dan “tik” mbah bearati mebentangkan kain sedangkan tik memiliki arti memberikan tiitk atau gambar pada kain dengan menggunakan canting dan lilin sebagai media untuk membatik.

Sejarah batik sendiri sangat erat dengan masyarakat jawa terutama daerah Yogyakarta. Awalnya batik hanya dikenakan oleh keluarga ningrat yaitu Kerajaan Yogyakarta. Kemudian, prajurit kerajaan memperkenalkan batik kepada masyarakat sekitar, sehingga batik menjadi pekerjaan bagi kaum wanita di Yogyakarta.

Setelah ditemukannya batik cap, para pria turut bekerja dalam pembuatan batik, karena proses pembuatan batik cap lebih mudah dari pada batik tulis.Batik berkembang luas di penjuru nusantara. Bahkan tiap daerah di Indonesia memiliki ciri khas tersendiri berdasarkan keadaan alam, adat istiadat, dan budaya daerahnya masing- masing.

Eksistensi batik sekarang mengalami perkembangan yang begitu besar, setelah adanya negara asing yang mengklaim bahwa batik adalah budayanya. Namun, Pemerintah tidak ingin tinggal diam, Pemerintah Indonesia telah mematenkannya kepada UNESCO dan telah ditetapkan batik sebagai warisan dunia untuk budaya lisan dan non bendawi pada tanggal 2 Oktober 2009. Pemerintah Indonesia menetapkan tanggal 3 Oktober sebagai Hari Batik Nusantara.

Pada era globalisasi ini, batik menjadi trend fashion dunia yang diperkenalkan oleh para designer Indonesia seperti Iwan Tirta dan Anne Avantie yang dipamerkan di “New York Fashion Week” serta dipakai oleh artis- artis Dunia.
Untuk generasi muda Indonesia saat ini, diharapkan untuk melestarikan batik dan mempelajari setiap makna yang terkandung dalam kain tradisional Jawa tersebut. Agar anak cucu kita menikmati atau merasakan keadiluhungan makna yang tersirat dari budaya leluhur tersebut.(moh/bram/ahm/ray/Muz/ain)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »