PERAN PENDIDIKAN KELUARGA TIDAK TERGANTIKAN OLEH TEHNOLOGI

PERAN PENDIDIKAN KELUARGA ,TIDAK TERGANTIkAN OLEH TEHNOLOGI
OLEH : SUBARI, S.Sos, M.Pd
Adalah Guru SMK negeri 1 Bangil-Pasuruan Jawa Timur
Dan wakil Sekretaris Ikatan Guru Indonesia (IGI)Propinsi Jawa Timur

Pendidikan dalam keluraga merupakan salah satu peran penting dalam pendidikan utama didalam pendidikan karakter . jika dibanding dengan pendidikan formal di sekolah, peran Keluarga dalam pendidikan adalah peranan utama sebagai tempat berkumpul kembali setelah melakukan aktifitas diluar.
Banyak pengaruh dan tantangan yang didapat dari pendidikan luar sekolah, apabila tidak segera di lakukan preventif akan mempengaruhi perilaku anak dalam kehidupan sehari hari. Oleh karena itu perlu adanya tameng atau penangkal untuk membetengi keluarga dari pengaruh pendidikan yang diperoleh dari luar. Dengan Kemajuan tehnologi kita tidak bisa membendung informasi-infromasi yang masuk dengan mudah anak anak kita mendapatkannya.
Dengan melihat masalah diatas peran pendidikan didalam keluarga sangat penting dalam mendidik keluarga selain di sekolah. Pendidikan di sekolah terbatas oleh waktu dan jam pelajaran, sementara waktu di sekolah hanya 8 jam, sedangkan dalam satu hari da 24 jam, sisa waktu 16 jam ada di lingkungnan keluarga. Dengan waktu 16 jam itu apa saja yang dapat di lakukan di rumah akan dapat dengan lebih banyak waktu yang diperbuat untuk menddik di rumah.
Pendidikan dalam keluarga dapat dilakukan di rumah dengan mengedepankan nilai karakter yang terdapat dilingkungan keluarga. Mengutif dari isitilah taburlah satu pikiran positif, maka akan menuai tindakan, taburlah satu tindakan , maka akan menuai kebiasaan dan taburlah karakter, maka akan menuai nasib.
Jika melihat budaya yang terjadi dalam keluarga saat ini, orang tua sibuk dengan pekerjaan dan pekerjaan mendidik dan merawat anak diserahkan kepada pembantu rumah tangga. Oranag tua mencari nafkah pergi pagi-pagi dan pulang malam ketika anak-anak sudah tidur sehingga kasih sayang terhadap ana mulai berkurang. setiap orang memiliki karakter yang berbeda beda . Ada orang yang berperilaku sesuai dengan nilai-nilai budaya setempat, ada juga yang berperilaku negatif dan juga tidak sesuai dengan nilai-nilai dalam budaya setempat.
Ada dua faktor yang mempengaruhi pembentukan karakakter yaitu bawaan dari dalam diri anak dan pandangan anak terhadap dunia yang dimilikinya. Misalnya pengalaman, pengetahuan dan penddidikan moral yang diterima dilingkungannya, serta hubungan dengan orang tua dan anak. Pendidikan diLingkungan yang positif akan membentuk karakter yang positip. Hal ini terbukti bahwa pendidikan akan membawa dampak bagi perkembangan phisikologi anak. Contoh seperti dalam pendidikan dilingkungan hutan yang hidupnya berteman dengan hewan yang berada dilingkungan hutan dalam cerita, ada seorang anak bernama Tarsan hidup dibesarkan dilingkungan hutan berteman dengan hewan yang ada ditengah hutan itu. Ketika ia tumbuh besar keluar dari lingkungannya akan berinteraksi dengan masyarakat sekitar, maka ia akan berbeda cara pola hidup tingkah lakunya. Dari contoh diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa karakter seseorang anak tidak hanya dipengaruhi oleh bawaan, tetapi juga dipengaruhi oleh lingkungan dimana ia tinggal bersama keluarga. Karena lingkungan keluarga mempunyai pengaruh sangat besar terhadap perkembangan dan karakter pendidikan anak.
Disini Pendidikan karakter berhubungan dengan perilaku positip yang berkaitan dengan moral yang berlaku, seperti perilaku jujur, percaya diri, bertanggung jawab, peduli, jiwa penolong, menghargai, menghormati dan dapat dipercaya. Jika melihat karakter ini pada dasarnya, setiap anak memiliki semua perilaku positip, sebagaimana telah diberikan oleh tuhan ketika ia lahir di bumi ini sesuai dengan kodratnya.
Perngaruh ilmu tehnologi sangat mengkawatirkan bagi perkembangan phiskologi anak, hal ini telah terbukti adanya pengaruh handphone, dengan fasilitas internet denagn fitur-fitur cangih akan didapat apa yang di cari dalam sekejab mata. Kementrian pendidikan dan kebudayaan Republik Indonesia melaui kanal sabahat (13/4) merilis tentang pengaruh 15 Game onlie yang dapat merusak karakter anak, bahwa bermain game online mengandung unsur kekerasan . Dalam penelitian yang dilakukan oleh sebuah perguruan Tinggi Lowa State University Amerika Seikat itu , apabila bermain selam 20 menit, si anak akan merasakn “mati rasa” akan mudah melakukan kekerasan dan kelihalangan empati terhadap orang tua. Dengan maraknya layanan internet dan fasilitas game online ini jelas akan mempengaruhi perkembangan anak.
Dengan melihat permaslahan yang ada diatas apa yang harus dilakukan oleh orang tua dalam peran mendidik anak didalam keluarga, berikut tips –tips yang bisa dilakukan oleh orang tua untuk mencipatkan pendidikan yang berkarakter.
1. Berikan contoh kata sopan dan jujur
Pendidikan Peranan orang tua didalam kelurga akan mempengaruhi perkembangan phisikologi anak. Dalam mendidik berilah contoh perilaku yang baik dalam berkata maupun bertingah laku. Apabila orangtua melakukan perkataan dalam bergaulan dalam kehidupan sehari-hari akan di tirukan oleh si anak. Perkataan dalam setiap hari sering di dengan sehingga akan di tirukan ketika si anak itu sudah mulai bisa bicara. Berikan pendidikan yang jujur dalam bertindak sehingga nantinya perilaku itu akan ditiru oleh anak ketika di luar rumah dalam bermasyarakat
2. Peduli terhadap lingkungan sekitar
Pendidikan peduli terhadap wajib kita tanamkan sejak dini karena tidak akan didapatkan dibangku sekolah melainkan di mulai dari peranan keluarga . anak kita ajari bagaimana peduli terhadap sesama misalnya adik,kakak dan sanak kelauarga. Apabila kita tidak kita pendidikan peduli sesama ini nantinya akan hilang emapati keluarga. Apabila hal ini sudah kita tanamkan sejak dini niscaya mereka kelak akan ingat dan mengikuti pendidikan kita meski kita sudah tidak ada. Berangkat dari bekal pendidikan itu mereka hidup dimanapun akan dapat berinteraksi dengan masyarakat dan akan peduli dengan ingkungan sekitarnya. Contoh kecil saja dalam mendidik anak membuang sampah di tempat sampah, jika kita kenalkan sejak dini niscaya mereka akan ingat dan akan melakukan perbuatan membuang sampah pada tempatnya itu.

3. Membagi waktu 24 jam sehari
Dalam pendidikan di keluarga akan sangat penting karena anak dan keluarga aktivitas di luar di batasi oleh waktu misalnya di sekolah hanya maximal 8 jam, juga di kantor selama 8 jam. Sehingga sisa waktu 16 jam itu, mereka berada dilingkungan rumah. Sisa waktu 16 jam inilah kiat buat untuk membagi aktivitas agar mereka akan dapat manfaatkan membagi waktu dengan maksimal. Waktu 8 jam untuk istihat (tidur) sedangkan waktu 8 jam kita bagi lagi menjadi 2 jam membatu orangtua , 1 jam untuk beribadah ( sholat lima waktu ) sedangkan sisa waktu 1 jam untuk belajar , 1 jam untuk peduli terhadapa lingkungan, membersihkan kotoran rumah dan mencuci baju menyapu halaman dan 1 jam untuk jalan jalan olah raga 1 jam untuk silaturohmi bersama sanak saudara dan tetangga.
4. Belajar Mandiri
Dengan memberikan contoh pekerjaan yang dapat dilakukan sendiri kepada anak-anak didalam keluarga, jika orangtua tidak ada dirumah, mereka akan melakukan apa yang pernah diajarkan oleh orangtua. Dengan belajar melakukan beberapa aktivitas diatas tadi insya allah kita akan dapat memperoleh apa yang akan diharapkan oleh baik orang tua maupun masyakat .
5. Belajar berdekah dan Bersyukur
Untuk memberikan pendidikan kepada anak-anak didalam kelurga perlu di tanamkan rasa bersyukur terhadap anugerah tuhan yang telah memberikan kehidupan selama ini. Dari apa yang kita dapatkan selama ini bisa makan, minum dan menempati rumah sehat dan tidak bocor itu merupakan salah bentuk bersyukur kepada tuhan.
Dengan memberikan pendidikan bersyukur yakni memberikan sedikit rezeki yang kita miliki ini sebagai bentuk pendidikan sedekah dan bersukur. Dengan mendidik mereka mulai dari usia anak-anak niscaya kelak mereka jika sudah besar akan mempunyai rejeki mereka akan meniru kita yakni bisa berbagi bersama.
Memang proses pendidikan yang berkarakter diawali dari kondisi keluarga yag terdiri dari ayah dan Ibu lebih dahulu karena mereka sebagai figur yang di jadikan panutan dalam keluarga. Anak lebih menirukan perilaku daripada menuruti nasehat yang diberikan oleh bapak ibu guru di sekolah dari pada orangtua . contoh, Jika mereka melihat gambar dan aksi yang dilihat di dunai maya atau intenet di handphone. mereka akan cepat memperagakan dari pada menuruti nasehat dari orangtua maupun guru. Oleh karena itu anak perlu diajari menunjukan bisa memilah dan memilih tentang baik dan buruknya dari pengaruh tehnologi ini.
Dengan kebersamaan marilah kita mengambil tindakan dengan ciptakan pendidikan yang berkarakter yakni bersifat Asih yaitu kasih sayang dan Asah dengan mendidik memahirkan sampai bisa dan Asuh Yakni membimbing anak-anak sampai memahami arti kehidupan. Dengan kebersamaan ini anak akan tumbuh dan berkembang dengan baik apabila mendapatkan perlakuan kasih sayang., pengasuhan yang penuh pengertian serta memahami situasi yang dirasakan nyaman dan aman.
Alamat penulis : Subari, S.Sos, M.Pd Perum Kraton Harmoni Jl. Lesanpura II Blok B8 No. 7 RT.02 /RW XI Bendungan kec. Kraton Kabupaten Pasuruan jawa Timur . Sekian selamat beraktivitas

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »