PABRIK PLASTIK ABAIKAN K3 KINI TERBAKAR LUDES

Sidoarjo (wartaonline.co.id 20/4 Perusahaan akan menanggung biaya yang lebih besar jika mengabaikan K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja), demikian kata Anda Iviana Juniani Pakar Fire Risk Assesment K3 Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya

Pernyataan tersebut menanggapi meninggalnya dua karyawan karena tidak adanya pintu darurat di CV Anugerah Palstik di Sidoarjo yang habis terbakar.

“Soal keselamatan pekerja sudah jadi keharusan karena dampak yang ditimbulkan akan lebih besar kalau tidak patuh pada aturan K3 yang berlaku,” katanya kepada Radio Suara Surabaya, Rabu (20/4/2016).

Menurut Anda, selama ini dianggap K3 menjadi suatu hal yang berbiaya tinggi sehingga pengusaha enggan menerapkannya. “Ke depannya pengusaha harus berpikir, kalau hari ini tidak diambil, ke depan risiko yang harus saya tanggung akan lebih besar. Lebih baik tindakan preventif,” kata dia.

Perusahaan wajib menerapkan standar aturan K3, kata Anda, adalah yang punya 100 tenaga kerja atau ditemukan ada potensi bahaya.

“BUMN sudah diupayakan patuh K3 semua. Namun aspek pengawasan dan evaluasi K3 di perusahaan swasta perlu diperhatikan lagi. Membangun kebiasaan berperilaku aman, tidak mudah dan butuh waktu lama. Penggunaan alat pelindung diri juga harus jadi kebutuhan,” ujarnya.(iss/ipg/SOB)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »