Mahasiswa UB gunakan Bateri dari Tulang ikan

Malang (wartaonlie.co.id) 25/4

Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Brawijaya mengenalkan pemanfaatan teknologi energi alternatif ramah lingkungan sel surya kepada warga Desa Tambakrejo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, di balai Dusun Sendang Biru, Sabtu, (16/4/2016).

Peserta pelatihan “Edupreneur Piranti Elekronik Berbasis Solar Cell” dibekali kemampuan membuat baterai dari tulang ikan yang bisa dimanfaatkan untuk baterai solar cell ataupun souvenir.

Dari hasil penelitian, limbah tulang ikan dapat berfungsi sebagai elektrolit dan menyimpan tenaga listrik dalam bentuk ion.

“Limbah ikan di sana masih dibuang, padahal bisa digunakan untuk baterai. Kemarin diuji coba hasilnya bisa menghasilkan tegangan 1,4 V. Dari segi tegangan dan arus masih perlu diteliti. Nanti kita coba dengan tambahan bahan-bahan lainnya,” kata Eka Maulana, ST., M.Eng, dosen penggagas kegiatan tersebut.

Peserta juga dibekali kemampuan merakit panel surya, pelatihan manajemen menuju desa wisata mandiri, teknik sablon dan merchandise, serta pelatihan industri kreatif dan digital marketing.

“Selama ini kawasan pesisir kurang diperhatikan. Padahal sebagai negara maritim, potensi nelayan sangat tinggi. Potensi bisa berupa desa wisata, produk kreatif, atau industri perikanan,” kata Eka.

Dari kajian tim, potensi yang sangat menonjol dari adalah desa wisata. Terdapat 10 pantai berpotensi di Desa Tambakrejo yang belum banyak diketahui masyarakat. Kondisi pantai masih sangat alami dan bersih. Pantai-pantai tersebut diantaranya pantai Sendiki, Clungup, Gatra, Bangsong, Asmoro, Sapana, Mini, Batu Pecah, Bukit Wareng, dan Tiga Warna.

“Melihat potensi pantai yang bisa disinari matahari hingga 11 jam, maka
kami berupaya mengembangkan solar cell di sana. Terlebih jaringan listrik juga belum masuk ke daerah tersebut,” ujarnya.

Tim berharap panel surya dapat digunakan sebagai penerangan pesisir pantai, penerangan rumah pohon, penerangan kedai/ warung warga, penerangan pos pantau, penerangan perahu nelayan, hingga dapat digunakan sebagai penggerak perahu listrik tenaga surya.

Dalam pelatihan, peserta dibekali kemampuan merakit piranti moduler untuk aplikasi penerangan. Kemudian, salah satu perangkat hasil perakitan diujicobakan hasilnya di salah satu rumah warga.(iss/ipg/sob)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »