JALAN SETELAH DIKERUK TELAN KORBAN ,BINA MARGA DIAM

Abdus Syukur 8/4
Foto : Pengendara motor di jalur pantura di Raci, Kabupaten Pasuruan yang menghubungkan Surabaya-Banyuwangi, harus berhati-hati melintas. Sejak sekitar 2 minggu-an lalu jalan dikerok menggunakan alat-alat berat, sehingga badan jalan bergerat-gerat dan membahayakan pengendara motor.

Setelah Dikerok Jalur Pantura Ditelantarkan
Pasuruan (wartaonline.co.id) 10/4 – MI
Pengguna motor harus super hati-hati saat melintas jalur pantura di Raci , Kabupaten Pasuruan yang menghubungkan Surabaya-Banyuwangi. Pasalnya, sejak sekitar 10 hari hingga 2 minggu lalu, jalan dikerok menggunakan alat-alat berat, sehingga badan jalan bergerat membahayakan pengendara.
Dari pantauan Media Indonesia di lapangan, Jumat (8/4), kondisi jalur pantura yang bergerat setelah dikerok sekitar sepanjang 25 kilometer (km). Kerokan sebagian besar terletak di ruas jalur arah Pasuruan – Surabaya. Namun geratan hasil kerokan tersebut tidak tersambung total 25 km, tapi terputus-putus.
Lebar geratan di sepanjang jalan yang dikerok itu, besarannya relatif antara 3 hingga 10 centimeter (cm) atau maksimal seukuran ban motor. Sehingga membuat ban motor mudah selip dan membahayakan pengendaranya, karena terpeleset.
Fatalnya lagi, setelah dikerok, jalan tidak segera diperbaiki diratakan kembali. Terkesan pekerjaan ditelantarkan dan alat-alat berat pengerok jalan diparkir di pinggir jalan pantura. Akibatnya dalam sehari, dipastikan ada pengendara motor yang terjatuh akibat terpeleset gerat jalan yang terkerok.
“Berkali-kali pengendara motor yang terpeleset. Setelah tadi pagi, barusan saja ada yang terpeleset lagi. Beruntung hanya lecet-lecet dan kebetulan di belakangnya tidak ada kendaraan lain,” ujar Choirul, seorang pegawai SPBU di jalur pantura.
Jalur pantura yang menjadi jalan penghubung antar daerah, menjadi infrastruktur vital perekonomian. Berbagai jenis kendaraan dari yang terkecil hingga truk-truk kontainer dan bus, melintasinya.
Dengan kondisi jalan yang bergerat, akan mengakibatkan intensitas kecelakaan makin tinggi. Bahkan kecelakaan bukan hanya mengakibatkan korban luka-luka saja, tapi hingga menyebabkan korban meninggal dunia. Seperti yang terjadi sepekan sebelumnya.
Pasangan suami-istri Machrus dan Aisyiah, warga Rejoso, Kabupaten Pasuruan yang mengendarai motor, menabrak bagian belakang bus. Jalan yang licin dan bergerat membuat motor terseret di kolong bawah bus, hingga mengakibatkan Aisyah tewas seketika dan Machrus mengalami luka parah
“Apalagi jika hujan, jalan yang bergerat jadi makin licin. Semestinya setelah dikerok sebagian, bisa langsung diaspal kembali. Dari pada dikerok sepanjang puluhan kilometer, tapi tidak segera ditangani,” ujar Sugeng, salah seorang polisi lalu lintas Polres Pasuruan. AB

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »