Awas ada kereta Api ! empat warga di tabrak KA Tewas

Sidoarjo (wartaonline.co.id) 14/4 Empat orang penumpang mobil Toyota Kijang Innova nopol L 1649 RK, meninggal dunia, Rabu (13/4/2016) malam. Mereka tertabrak Kereta Api Dhoho, tujuan Blitar menuju Surabaya, saat di perlintasan tanpa palang pintu Desa Tawangsari, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo. Total penumpang Innova tersebut enam orang yang masih saudara. Mereka warga Sumber Mulyo Gang 3 no 8, Kelurahan Gundih, Kecamatan Bubutan, Kota Surabaya. Empat di antaranya meninggal dunia. Korban meninggal dunia adalah pasangan suami istri, yakni dr. Heri Kushartono dan istrinya Yurnalis. Selain itu juga dua keponakannya, yaitu Luluk diperkirakan usia 12 tahun, dan Fadjri berusia 13 tahun Sedangkan dua anak dr. Heri Kushartono yakni Andita Eka Palupi dan Bimo Dwi Jatmiko, selamat, tapi mengalami luka-luka. Semua korban sudah dievakuasi langsung dibawa ke Rumah Sakit Siti Khadijah Sepanjang, Kecamatan Taman, Sidoarjo. Namun, karena banyak pertimbangan, korban yang awalnya berada di Rumah Sakit Siti Khadijah, dipindah ke Rumah Sakit Dr. Soetomo Surabaya. Termasuk dua korban yang selamat. Tujuannya, untuk mempermudah dalam penanganan. Dari informasi didapat, kejadian kecelakaan lalu lintas tersebut diperkirakan Rabu (13/4/2016) pukul 22.30 WIB. Korban tersebut diduga baru saja berkunjung di rumah kerabatnya yang ada di komplek Perumahan Tawangsari, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo. “Mobil itu dari perumahan, mau ke jalan raya. Saat berjalan melintas di atas rel kereta api tiba-tiba mesin mobil langsung mati, setelah itu langsung ditabrak kereta api yang lewat,” kata Nurhayan, salah seorang saksi mati di Rumah Sakit Siti Khadijah,seperti yang dikutif dari suarasurabaya.net, Kamis (14/4/2016). Akibat dari kecelakaan tersebut, kata Nurhayan, kondisi mobil ringsek, karena ditabrak Kereta Api dan terseret cukup jauh. “Mobilnya itu terseret iya sekitar 700 meter dari perlintasan palang pintu kereta api. Penumpang yang ada di dalam mobil, ada empat orang meninggal, dua selamat,” ujar dia. (bry/ipg/sob) Editor: Iping Supingah

Translate »