Telkom Terus Perluas Program Kampung UKM Digital di Surabaya

Surabaya (wartaonline.co.id) 25/3 PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk terus berupaya memperbanyak coverage implementasi program Kampung UKM Digital untuk memajukan UKM Indonesia. Hari ini, satu sentra industri yang dikenal dengan nama tas Gadukan Surabaya diresmikan menjadi Kampung UKM Digital. Di sentra industri yang berada di wilayah Morokrembangan ini, tak kurang dari 60 Pengrajin menekuni usaha pembuatan tas mulai dari tas untuk fashion, tas anak sekolah, tas laptop, dan beberapa lainya. Tas-tas hasil produksi ini sebagian besar bahan bakunya diambil dari Jakarta dan barang jadinya didistribuskan ke user di beberapa pusat grosir seperti halnya PGS (Pusat Grosir Surabaya), ITC, JMP (Jembatan Merah Plasa) dan sekitarnya. Selain di Surabaya, pengrajin mendistribusikan hasilnya ke end user di beberapa kota lain di Indonesia seperti halnya di Balikpapan, Samarinda, dan Makassar. Mereka menjalani bisnisnya rata-rata selama 7 tahun.
“Dalam program Kampung UKM Digital ini, kami membantu pemanfaatan TIK (Teknologi Informasi Komunikasi) secara komprehensif dan terintegrasi untuk mendukung proses bisnis yang berjalan dalam satu kampung atau area, sehingga para pelaku UKM yang ada semakin maju, mandiri dan modern,”ungkap General Manager Telkom area Surabaya, M. Nasrun Ihsan sesaat setelah peluncuran program Kampung UKM Digital yang berlangsung di Balai RT 08/RW 03 Kelurahan Morokrembangan Jl. Gadukan Baru RT 08/RW 03 Surabaya. Untuk mengembangkan Kampung UKM Digital ini, menurutnya, pihaknya tidak melangkah sendirian, ada banyak unsur terlibat didalamnya seperti halnya beberapa kampus dari Akademisi, komunitas-komunitas IT dari unsur Community yang akan membantu pemanfaatan TIK, Disperindag dari unsur Government, dan Media. “Jika semua ini bergerak untuk mendukung, akan mempercepat tujuan mempercepat pengembangan kemampuan pelaku UKM dan menjadikan sentra tas Gadukan ini menjadi satu ekosistem digital”tambahnya.

Setelah tahun 2015 lalu Telkom mengentaskan 1 juta UKM untuk goes digital, tahun ini Telkom berkeinginan menjadikan 3 juta UKM Goes Digital, dan untuk itu pihaknya harus melakukan digitalisasi kepada 300 sentra UKM untuk menjadi Kampung UKM Digital.

“Kampung UKM tas Gadukan Surabaya ini menjadi kampung UKM pertama yang didigitalisasi di tahun 2016, dan sepanjang tahun 2016 ini, kami mentargetkan akan ada 10 Kampung UKM Digital di area Surabaya” tambah Nasrun.

Untuk mengedukasi TIK, Nasrun telah menyediakan BLC (Broadband Learning Center) di kantor Telkom dan yang disiapkan di Balai RW Morokrembangan. BLC (Broadband Learning Center) ini adalah sebagai pusat fasilitas pembelajaran dan pemberdayaan masyarakat berbasis Teknologi Informasi yang dibangun Telkom yang biasa digunakan sebagai sarana untuk tempat mempelajari internet dan teknologi informasi oleh masyarakat umum. Di BLC ini, salah satunya, pelaku bisnis UKM ini akan belajar pemanfaatan aplikasi yang disediakan Telkom, seperti halnya BosToko, Jarvis-Store, blanja.com, www.smartbisnis.co.id, maupun aplikasi terkait logistik, keuangan hingga SDM-nya.

“Berbagai program dan gerakan tersebut, merupakan persembahan Telkom untuk kemajuan UKM Indonesia,” pungkas Nasrun.

“Karya tiada henti membangun Negeri”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »