KTT Luar Biasa OKI Hasilkan Dua Dokumen penting

Jakarta (wartaonline.co.id) 8/3

Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Luar Biasa (LB) Organisasi Kerjasama Islam (OKI) ke-5, Menhasilkan dua dokumen penting yakni berupa dokumen resolusi dan deklarasi Jakarta, untuk mendukung rekonsiliasi Palestina.yang berakhir senin petang (7/3).

Joko Widodo Presiden RI pada Press Statement bersama Mahomud Abbas Presiden Palestina dan Iyad Ameen Madani Sekretaris Jenderal (Sekjen) OKI mengatakan, deklarasi ini memuat langkah konkrit Pimpinan dunia Islam. Sekaligus merupukan resolusi yang menegaskan komitmen OKI untuk mendukung Palestina dan Al-Quds Al-Sharif (Kota Suci Yerusalem).

“KTT LB OKI ini sebagai jawaban Indonesia atas permintaan Palestina. KTT ini merupakan refleksi komitmen Indonesia untuk mendukung kemerdekaan Palestina,” kata Joko Widodo Presiden RI, Senin (7/3/2016).

Jokowi mengatakan, negara Palestina merupakan satu-satunya Peserta Konferensi Asia-Afrika tahun 1955 yang belum merdeka. Untuk itulah KTT LB OKI merupakan upaya bersama untuk meletakkan isu Palestina dalam radar dunia.

“Menyerukan kembali pentingnya Persatuan Palestina, mempersatukan OKI untuk terus mendukung Palestina, mendorong peranan Negara Islam dalam penyelesaian isu Palestina serta penguatan dukungan kapasitas bagi Palestina,” kata Jokowi.

Jokowi mengatakan, sebenarnya Palestina telah dideklarasikan kemerdekaannya sejak tahun 1998, namun wilayah Palestina masih dalam pendudukan Israel dan Palestina belum menjadi anggota PBB.

“Pada saat yang sama situasi mengkhawatirkan terus terjadi, ketegangan di Palestina dan Al-Quds Al-Sharif, tindak kekerasan dan pelanggaran hak rakyat Palestina serta pembatasan akses ke masjid Al-Aqsa,” kata Presiden.

Presiden mengatakan, para pemimpin dunia Islam telah menghasilkan kesepakatan dan rencana aksi konkrit bagi Palestina. Negara-negara di OKI mengutuk tindakan Israel.

“Kami menyerukan pengakhiran penjajahan Israel dan pembentukan Negara Palestina atas dasar two-state solution,” kata Presiden.

Para Pemimpin kata Jokowi, juga memberikan dukungan bagi dilaksanakan Konferensi Perdamaian Internasional. Dunia Islam mendorong masyarakat Internasional untuk melarang masuknya produk Israel.

“Seluruh Negara menyatakan kembali Komitmen untuk melindungi Al-Quds Al-Sharif antara lain dengan bantuan finansial bagi Al-Quds Al-Sharif,” ujar Presiden.

Presiden menjelaskan bahwa KTT ini dihadiri 605 orang delegasi dari 55 negara dan 2 organisasi Internasional. (jos/bid/ipg/sob)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »