Hari Pers : Pers Yang Mendidik dan Bermartabat

Acara disebuah televisi swasta yang dipandu oleh karni Ilyas Indonesia Layer Club (ILC) menayangkan sebuah informasi terkini yang membahas persoalan yang sedang terjadi dimasyarakat . Hal ini merupakan sebuah informasi tontonan yang dapat memberikan aspirasi kepada kalayak masyrakat. Peran media seperti inilah yang yang seharusnya jadi contoh oleh media lainnya. karena tayangan itu bisa di ambil manfaat dan bisa memberikan informasi yang mendidik kepada masyarakat.

Media masa kini terus berkembang mengikuti arus informasi yang beragam informasi sehingga bisa sampai ke kalayak masyarakat. Masyarakat yang notabene hanya menerima informasi dari media baik media Televisi, Radio , media cetak mauapun media Online.

Mereka tidak mengetahui prosesnya untuk mendapatkan informasi itu, seharusnya masyarakat lebih selektif dalam memilih dan memilah untuk mendapatkan informasi dari sebuah media.
Sementara ini ada sebagian media yang terbit tanpa disertai visi dan misi yang jelas, sehingga akan menjadi momok bagi masyarakat. Hal ini karena media yang terbit tersebut telah mengabaikan peran dan fungsinya sebagai kontrol masyarakat.

Dengan dibuka kran kebebasan pers pada Jaman Pemerintahan presiden KH. Abdurahman Wahid (Gusdur) sehingga bermunculan media-media baik media cetak, Televisi maupun media online, yang tujuanya menyajikan informasi ke kalayak masyarakat. Tetapi media-media tersebut tanpa mengedapankan informasi dengan fakta yang akurat , seimbang dan bertanggung jawab. Disinilah peran pers akan dinilai oleh masyarakat akan fungsi dan perannya sebagai media informasi sebagai kontrol sosial di masyarakat.

Dalam kode etik jurnalistik peran media harus mengedanpan unsur 5 W + 1H berita yang seimbang , tidak memihak serta tidak tendesi terhadap sebuah pemberitaan. Dengan demikian peran pers akan dapat diterima oleh lapisan masyarakat, tetapi apabila pers dalam hal ini hanya mementingkan untuk meningkatkan popularitas serta oplah sesaat, niscaya akan ditinggal oleh pembacanya sehingga hanya menunggu waktu kapan tutup ditinggalkan oleh pembaca (koran) penonoton(televisi) serta pendengar (radio).

Jika melihat masa orde baru presiden soeharto pers tidak bebas seperti saat ini, se masa preiden Soeharto peran media sangat dibatasi hanya media-media tertentu yang dapat menyajikan infrormsi karena di bawah kendali menteri penerangan. Pada masa pemerintahan presiden KH. Abdurahman wahid (Gus Dur) Perss mendapatkan angin segar, sehingga masyarakat banyak menerbitkan media lokal maupun nasional. Tetapi dalam kurun waktu sekitar dua tahun media yang terbit tersebut mulai satu persatu gulung tikar tidak bertahan karena tidak profit orientit.

Sehingga ada beberapa media yang masih bertahan terbit karena media tersebut menjaga kwalitas tulisan maupun kredibilitas narasumber sehingga mempunyai nilai bobot berita yang perlu di simak oleh pembaca sehingga terus mengikuti berita-berita yang disajikan.
Disinilah penting nya peran media masa, apabila media dalam menyajikan berita yang kurang berimbang dan kurang berbobot akan mempengaruhi kredibilitasnya.

Bagaimana cara merebut hati pembaca sehingga meraka akan terus mengikuti tulisan-tulisan yang disajikan melaui media. Seperti yang di tulis oleh Dahlan Iskan pendiri jawa Pos Group yang setiap hari tertentu menulis sebuah opini dengan inspiratif sehingga menarik dan enak di baca bagi kalangan masyarakat. Dengan tulisan-tulisan seperti ini akan mempengaruhi kepercayaan masyarakat melalui media yang dibaca karena sajian-sajian informasi yang di berikan menarik ,inspiratif dan seimbang.

Apabila ada juga media yang menyajikan informasi yang penting bisa laku koranya, saat ini sudah tidak jamannya lagi. Apa lagi saat ini banyak media sosial yang menyajikan informasi yang lebih dahulu tayang tanpa harus menunggu besok pagi terbit. Karena masyarakat saat inisudah tidak mau lagi dibodohi dengan berita-berita hoak, oleh karena peran media harus mengedankan kepentingan masyarakat dengan menyajikan informasi yang menarik, berimbang dan mendidik. Selamat Hari pers semoga pers tetap jaya. (Mohamad Sobari adalah alumni UKW angkatan Ke 2 PWI jawa Timur dan Pemimpin Redaksi Wartaonline.co.id)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2014 Warta Group Media. All rights reserved.
CP: M. Sobari +6285859920671
Translate »