Mendikbud Bakal Hadiri Kongres IGI ke 2 di Makasar

Surabaya (wartaonline.co.id) 20/1

Konges ikatan Guru Indonesia (IGI) ke 2 bakal di helat di makasar sulawesi selatan. pada acara ini dikabarkan Mendikbud Anies Baswedan menyatakan kesediaannya menghadiri Kongres II Ikatan Guru Indonesia di Sulsel, 30-31 Januari 2016 di makasar.

Ketua Panitia Nasional, Satria Dharma selaku Ketua IGI Pusat, Sekjen Moh Ihsan, Dewan Pembina HB Arifin, Ketua IGI Jateng Mampuono, Ketua IGI Kalsel Gusti Surian, Ketua IGI Kalteng Rusnani, Ketua IGI NTB Ermawati, IGI DKI Yully Rahmawati, IGI Rembang Imron bersama Pak Menteri Anies Baswedan, Kongres IGI tidak akan dilaksanakan di hotel namun disuatu tempat dimana peserta akan diinapkan di rumah teman guru di daerah tersebut.

Hal ini dimaksudnya untuk menjalin tenun kebangsaan antara guru-guru dari seluruh nusantara dengan guru-guru setempat, guru-guru itupun tidak akan dijemput oleh panitia tapi bersama-sama dengan guru tuan rumah berangkat ke arena kongres dan saya selaku ketua panitia nasional akan rapat dengan panitia untuk memastikan apakah akan dilaksanakan di Gowa, Maros atau Makassar

IGI dalam audiance jumat sore, 11 Desember 2015 tersebut menyatakan kesiapannya untuk terus menjadi organisasi profesi dan tidak akan berubah menjadi organisasi massa, IGI siap bersama-sama pemerintah terus meningkatkan kompetensi guru seperti apa yang selama ini telah dilakukannya

IGI juga mengusulkan ke Mendikbud Anies agar guru tetap bekerja 24 jam per minggu tetapi kembali ke khittahnya dengan mengajar 18 jam dan yang 6 jam lagi untuk kegiatan controlled PDPIKI (Pengembangan diri , publikasi ilmiah dan karya inovatif) dalam PKB serta melibatkan lebih banyak pihak untuk pelatihan-pelatihan peningkatan kompetensi guru.

Mendikbud Aniea Baswedan dalam hal itu menyampaikan bahwa idealnya jika dibuat persamaan matematika maka Guru adalah Kinerja = Kompetensi = Sertifikasi = Apreseasi

Jadi mereka yang memiliki Kinerja Baik harus memilik kompetensi yang tinggi sehingga layak mendapatkan sertifikasi dengan apresasi (Sambungan) apresasi yang tinggi, saat ini masih banyak guru yang berkinerja tinggi, kompetensi tinggi tapi sertifikasi belum dan apreseasi pun rendah sementara ada juga yang berkinerja rendah, kompetensi minim namun mendapatkan sertifikasi dan apreseasi yang tinggi

Satria Dharma mengatakan bahwa IGI akan berperan aktif terus meningkatkan kompetensi guru dan tetap menjaga kemurnian sebagai organisasi profesi bukan ormas apalagi sampai berpolitik. Anies juga menambahkan bahwa pemerintah sudah mempertegas bahwa semua organisasi guru memiliki kedudukan yang sama di mata pemerintah, tak ada lagi monopoli atas organisasi guru dan kedepan beliau akan berupaya menghapuskan segala bentuk potongan terhadap gaji guru termasuk dari organisasi guru karena perangkat pemerintah dalam hal ini SKPD atau bendaharawan tak boleh digunakan oleh ormas manapun mengkooptasi guru, negara harus berdiri pada posisi netral bagi seluruh organisasi profesi dan guru harus terbebas dari intervensi politik

Saat ini kata beliau, komposisi guru itu seperti gentong tempayan dimana masih bercampurnya antara guru yang berkualitas dan guru yang belum berkualitas, ada saluran pembuangan berupa keran kecil di tempayan itu yg disebut “pensiun” jadi jika kita ingin kedepan guru semakin baik, maka biarkan yang tidak berkualitas itu keluar lewat mekanisme normal yang bernama pensiun sementara yang didalam terus mengalami pemurnian dengan kinerja baik, kompetensi tinggi, pemberian sertifikasi dan apreseasi yang tinggi selanjutnya yang menggangantikan yang keluar dari keran haruslah guru berkualitas terbaik ibarat air yang jernih sehingga diujungnya nanti akan ditemukan kondisi guru yang baik secara keseluruhan (sob/sumber igi sulsel)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »