ERUPSI GUNUNG BROMO WARGA TENGGER GAGAL PANEN

Pasuruan (wartaonline.co.id) 25/12

Aktivitas vulkanik Gunung Bromo sampai hari ini, Jumat (25/12/2015), masih tinggi. Semburan asap bercampur debu vulkanis masih membumbung tinggi di atas kawah dan terbawa angin ke timur atau menuju wilayah Kabupaten Lumajang. Akibatnya sejumlah Desa di wilayah yang berbatasan dengan kaldera Bromo, masih diguyur hujan abu.

Diantaranya Desa Ranupani dan Desa Argosari di Kecamatan Senduro dan Desa Pakel di Kecamatan Gucialit. Semburan asap yang mengakibatkan hujan abu ini, membuat petani Suku Tengger di ketiga Desa tersebut cemas gagal panen. Hujan abu membuat tanaman layu dan mengering.

Subandi, seorang petani Suku Tengger di Dusun Puncak, Desa Argosari, Kecamatan Senduro kepada Sentral FM mengatakan, hujan abu yang mengguyur wilayah Desanya telah terjadi sejak beberapa hari terakhir. “Hujan abu yang mengguyur memang belum terlalu pekat. Namun kalau mengendarai motor, pasti akan terasda karena mengganggu jarak pandang,” katanya.

Pria yang sehari-hari bekerja sebagai petani bawang daun atau bawang pre dan kentang ini juga menyebutkan, jika lahan pertaniannya yang berada di plengsengan bukit terdampak dengan terselimuti abu vulkanik Gunung Bromo. “Kalau hujan abu terus-menerus terjadi, akibatnya nanti lahan pertanian jadi rusak hingga gagal panen,” ungkapnya.

Sementara itu, Hendro Wahyono Kepala Bidang Pencegahan, Kesiapsiagaan dan Logistik BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kabipaten Lumajang menginformasikan, jika hari ini hujan abu memang masih terjadi di Desa-Desa yang berbatasan dengan kaldera Gunung Bromo. “Dari laporan relawan BPBD yang ada di Desa Argosari, Ranupani dan Pakel, hujan abu memang masih mengguyur tipis,” katanya.

Dan kondisi ini sesuai dengan laporan yang disampaikan PVMBG (Pusat Vulkanologi, Mitigasi dan Bencana Geologi) hari ini, Jumat (25/12/2015), dari pantauan pukul 00.00 sampai 06.00 WIB, asap kelabu sedang-tebal dengan tekanan sedang-kuat, tersembur dari kawah Gunung Bromo ke arah timur atau ke wilayah Kabupaten Lumajang.

Ketinggian asap berkisar 1.000 meter dari puncak kawah (mdpk) atau 3.329 meter diatas permukaan laut (mdpl). Dari pantauan seismik, gempa tremor berada di amplitudo 5 mm sampai 31 mm dan dominant pada 11 mm.

“Suara gemuruh dari kawah masih terdengar. Dan secara visual Gunung Bromo terpantau jelas karena cuaca cerah, angin sedang dan suhu 13 derajat celcius,” paparnya.

Sedangkan dari pantauan 6 jam sebelumnya, pada hari Kamis (24/12/2015) pukul 18.00 sampai 24.00 WIB, asap kelabu sedang-tebal dengan tekanan sedang-kuat, juga tersembur ke arah timur.

Ketinggian asap berkisar 1.000 mdpk atau 3.329 mdpl. Dari pantauan seismik, gempa tremor berada di amplitudo 4 mm sampai 36 mm dan dominan pada 12 mm. “Suara gemuruh masih dari dari kawah,” demikian kata Hendro Wahyono. (her/rst)

Teks Foto :
– Potret semburan asap dari kawah Gunung Bromo yang hari ini, Jumat (25/12/2015), masih mengarah ke wilayah Kabupaten Lumajang.
– Lahan pertanian di Desa Argosari, Kecamatan Senduro yang terselimuti debu vulkanis Gunung Bromo.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »