Setelah diprotes Go-jek opersional kembali

jakarta (wartaonline.co.id) 20/12

Kebijakan Menteri Perhubungan Ignasius Jonan kembali dikritik habis oleh publik. Kementerian Perhubungan sebelumnya menyatakan seluruh layanan transportasi umum berbasis online seperti Go-Jek dan Grab Bike dilarang beroperasi karena menyalahi aturan. Aturan itu diprotes keras oleh publik, hingga akhirnya Jonan pun merevisi larangan tersebut.

Menhub Jonan pada Jumat 18 Desember 2015, menyatakan ojek dan transportasi umum berbasis aplikasi dipersilakan tetap beroperasi.

Berikut poin-poin dari keterangan Jonan terkait kontroversi pelarangan transportasi umum berbasis online:

1. Sesuai UU 22 thn 2009, kendaraan roda dua tidak dimaksudkan untuk angkutan publik

2. Namun realitas di masyarakat menunjukkan adanya kesenjangan yang lebar antara kebutuhan transportasi publik dan kemampuan menyediakan angkutan publik yang layak dan memadai.

3. Kesenjangan itulah yang selama ini diisi oleh ojek, dan beberapa waktu terakhir oleh layanan transportasi berbasis aplikasi seperti Gojek dan lainnya.

4. Atas dasar itu, ojek dan transportasi umum berbasis aplikasi dipersilakan tetap beroperasi sebagai solusi sampai transportasi publik dapat terpenuhi dengan layak.

5. Terkait dengan aspek keselamatan di jalan raya yang menjadi perhatian utama pemerintah, dianjurkan untuk berkonsultasi dengan Korlantas Polri. kbc11/sob

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »