PROYEK PEMBANGUNAN TL GRESIK SENILAI 1,23 M DIDUGA TAK SESUAI BESTEK

Gresik  (wartaonline.co.id) 24/12

Sidak ke lapangan yang dilakukan oleh Komisi C DPRD Gresik terhadap proyek pembangunan traffic light, atau TL tenaga surya yang dikerjakan Dinas Perhubungan Kabupaten Gresik, tidak sesuai spek.

Sidak yang diikuti seluruh anggota Komisi C DPRD Gresik menemukan proses pengelasan pada tiang traffic light tidak merata (kasar). Dan dikhawatirkan jika tidak segera diperbaiki maka proyek yang telah menelan anggaran Rp 1,23 miliar tersebut akan cepat rapuh akibat berkarat.

Proyek pembangunan traffic light yang dikerjakan Dishub Gresik berada di tiga titik. yakni, di perempatan Kebomas dengan anggaran Rp 454 juta. Di perempatan Sidomoro dengan anggaran Rp 463 juta, dan di perempatan Segoromadu dengan anggaran Rp 313 juta. Jadi total anggaran yang dihabiskan sebesar Rp 1,23 miliar.

Dalam sidaknya anggota Komisi C DPRD Gresik didampingi oleh Kabid Lalin Dishub Gresik Arifin, dan kontraktor yang mengerjakan proyek CV Mulya yang berasal dari Kediri.

Ketua Komisi C DPRD Gresik, Anwar Sadad mengatakan, pengerjaan proyek trafic light yang dilakukan CV Mulya terlalu kasar dan tidak sesuai dengan spek. Hal ini bisa dilihat dari pengelasannya yang menyambung ke batang besi dan baru dikerjakan kini sudah berkarat.

“Kalau dibiarkan dan tidak segera dilapisi cat, dalam waktu tidak terlalu lama dipastikan akan rapuh. Selain itu, beberapa bagian sambungan kelihatan belum tersambung dengan las,” ujarnya.

Lanjut Anwar, Dengan kondisi seperti itu pihaknya meminta kepada kontraktor untuk segera menutup besi dengan cat. dan tidak hanya itu saja, kontraktor juga diminta untuk mengelas lagi sambungan pada tiang yang keropos.

“Perlu dilakukan las ulang yang rapi, tidak kasar, tidak seperti sekarang ini baru dikerjakaan sudah berkarat. Kami khawatir bila ada hujan disertai angin yang kencang. Dikhawatirkan bangunannya akan roboh,” tuturnya.

Hal senada juga dikatakan anggota Komisi C DPRD Gresik, Noto Utomo. Menurutnya, pelaksanaan proyek sudah sesuai dengan waktu kontrak yakni 28 November. Meski begitu, kontraktor masih memiliki kewajiban pemeliharaan selama enam bulan setelah proyek berakhir.

“Kami hanya minta perbaikan las besi yang kurang kuat. Selain itu,evaluasi anggaran proyek pembangunan traffic light selanjutnya akan kita lakukan,” pungkasnya.(ren/sob)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »