Petrokimia Bangun Pabrik Asam Posfat III

Gresik (wartaonline.co.id) 2/12

Sejak sepekan yang lalu PT Petrokimia Gresik mengoprasionalkan Pabrik Asam Fosfat ketiga. Karena itu salah satu produsen pupuk terbesar di Indonesia ini tidak lagi melakukan impor untuk mendapatkan asam fosfat yang merupakan bahan baku pupuk NPK Phonska dan SP-36 yang di produksinya.

Kebutuhan asam fosfat PT Petrokimia selama ini sekitar 600 ribu ton per tahun. Namun setahun terakhir, perusahaan berlambang ‘kerbau emas’  itu masih harus impor ke sejumlah negara, sekitar 200 ribu ton per tahun. Sedangkan negara yang menyuplai asam foafat ke PT Petrokimia Gresik yakni Jordan, Maroko, Afrika Selatan, Filipina dan India.

Seketaris Perusahaan PT Petrokimia Gresik Wahyudi mengatakan, ” Dengan adanya pabrik asam fosfat yang baru ini, Petrokimia tidak lagi impor,”

Pabrik asam fosfat ketiga milik Petrokimia ini diresmikan scara simbolis bersamaan dengan peresmian Pabrik V Pupuk Kaltim (PKT) oleh Presiden RI Joko Widodo di Bontang, pekan lalu.

Pabrik asam fosfat pertama Petrokimia dibangun tahun 1985 dengan kapasitas 200 ribu ton per tahun. Kemudian tahun 2014 beroperasi pabrik asam fosfat lagi, tapi kali ini kerjasama atau joint venture dengan Jordane Phosphate Mine Company. Kapasitasnya 200 ribu ton per tahun.

Selanjutnya, tahun 2015 beroperasi kembali pabrik asam fosfat dengan kapasitas yang juga 200 ribu ton per tahun. “Nilai investasi pabrik ini 173 juta dollar Amerika Serikat. Berdiri di atas lahan seluas 11,5 hektare, dan paling membanggakan, semua desainnya dikerjakan oleh anak bangsa sendiri,” ujar Wahyudi

Terkait koreksi biaya produksi setelah tidak lagi impor asam fosfat, Wahyudi mengungkapkan terjadi penghematan sebesar Rp 180 miliar per tahun. “Ini diperoleh dari selisih harga impor dengan biaya produksi sendiri asam fosfat,” jelasnya

Namun sayangnya, dia tidak menyebutkan dengan detail terkait biaya impor asam fosfat dari negara lain yang selama ini dilakukan. Meski demikian jika ditelaah dari pernyataan Direktur Utama PT Petrokimia Gresik Hidayat Nyakman, awal pengarapan pabrik asam fosfat ketiga ini. Petrokimia mengimport asam fosfat (100%P2O5) dengan harga sekitar 556,77 Dollar USA per ton sepanjang tahun 2012.

Biaya inilah yang ditekan setelah ada pabrik baru asam fosfat tersebut. “Pengerjaan pabrik ini membutuhkan waktu 30 bulan, sedangkan PT Petrokimia Gresik yang merupakan anak perusahaan PT Pupuk Indonesia (Persero) menunjuk Wuhuan Engineering Co Ltd dari China sebagai kontraktor untuk pabrik asam fosfat itu. tambah Wahyudi.

Produksi asam fosfat di dalam negeri belum mencukupi, padahal bahan baku pupuk NPK terus meningkat, oleh karena itu salah satu solusinya adalah dengan mendirikan pabrik asam fosfat,” tuturnya.

Saat ini perusahaan pelat merah itu telah mampu memproduksi pupuk yang berbasis phospat sebanyak 3,27 juta ton per tahun yang terbagi dalam dua bentuk yaitu NPK Phonska sebesar 2,77 juta ton dan SP-36 sebesar 500.000 ton.(ren/sob)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »