M. Nasir : Uang Pokok Kuliah Dijamain Tidak Naik

Jakarta (wartaonline.co.id) 7/12

M. Nasir Menristek Dikti mengatakan pendaftaran calon mahasiswa baru di Perguruan Tinggi Negeri melalui Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) tidak dipungut biaya.

Tetapi yang masuk PTN melalui jalur Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negri (SBMPTN) tetap dikenakan biaya pendaftaran yang nilainya akan ditentukan setelah ada pembahasan dari para rektor PTN.

Nasir mengatakan, peraturan menteri tentang penerimaan mahasiswa baru melalui jalur SNMPTN dan SBMPTN ini akan segera keluar. Selain itu, uang kuliah tunggal (UKT) untuk untuk tahun 2016 khusus bagi mahasiswa tidak mampu juga tidak naik.

“Sehingga tidak ada alasan menolak anak miskin masuk perguruan tinggi. Pemerintah menyediakan beasiswa bidikmisi, bagi calon mahasiswa tidak mampu dan berprestasi,” kata dia, Minggu (6/12/2015).

Kata Nasir, hal ini merupakan solusi bagi mereka yang ingin kuliah tapi punya keterbatasan dana. Lewat Kemristek Dikti, pemerintah telah menyiapkan ribuan beasiswa untuk rakyat miskin.

Pemerintah juga menyediakan beasiswa program prestasi akademik untuk rakyat miskin.

“Beasiswa itu ada 2, yaitu yang pertama beasiswa bidik misi untuk anak-anak miskin, dan beasiswa prestasi akademik atau program prestasi akademik atau PTA,” kata Menristek Dikti.

Beasiswa bidik misi merupakan cara pemerintah dalam menjaring anak-anak bangsa yang secara akademik punya potensial. Nantinya penerima beasiswa bidik misi akan dibiayai mulai masuk kuliah hingga lulus kuliah dengan biaya per semester Rp12.000.000.

Selain gratis, mahasiswa juga akan diberi biaya hidup yang Rp3.600.000. Nasir mengasumsikan bahwa penerimaan mahasiswa baru 2016 berjumlah 300.000 orang.

Bagi mahasiswa yang tidak mendapat beasiswa bidik misi, masih punya kesempatan mendapatkan beasiswa program prestasi akademik.

Sementara, Komisi X DPR RI menilai bahwa daya serap APBN 2015 Kemenristekdikti per 30 November 2015 masih rendah yaitu baru mencapai 61,95 persen, terlebih terhadap realisasi belanja modal baru mencapai 29,96 persen adalah sangat rendah.(jos/dop/dwi/sob)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »