Harapan Bupati Probolinggo 2016

Probolinggo (wartaonline.co.id) 30/12

Probolinggo merupakan kota santri yang berada di daerah pantura. Selepas bupati Probolinggo Hasan Aminudin kini di gantikan sang istri yang dikenal Tantri yang energik dan kreatif. pada Tahun 2015 akan segera berakhir dan meninggalkan kita semua. Bupati Probolinggo Puput Tantriana Sari berharap pada 2016 nanti roda pemerintahan di Kabupaten Probolinggo berjalan lebih baik. Utama dalam Peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

Masih banyak pekerjaan yang menjadi PR , belum maksimal dilaksanakan Pemerintah Daerah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo. Salah satunya terkait Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang masih berada di kisaran bawah.

Saat ini, peringkat IPM Kabupaten Probolinggo berada di peringkat 32 dari 38 Kabupaten/Kota di Jawa Timur. Peringkat ini naik signifikan dibandingkan pada tahun 2014 yang masih nangkring di peringkat 37 atau nomor 2 dari bawah. Tentu rendahnya IPM ini menjadi perhatian serius Bupati Tantri pada 2016 mendatang.

“Fokus utama kami pada tahun mendatang adalah peningkatan IPM. Tahun ini, progres pertumbuhan IPM Kabupaten Probolinggo menduduki peringkat ke enam dari 38 kabupaten/kota. Minimal, tahun depan progresnya sama, syukur-syukur melampau capaian tahun ini,” ujar Bupati Tantri kepada wartawan di pendopo kabupaten, Rabu (30/12/2015).

Menurut Bupati Tantri, dalam kasus IPM ini tidak bisa berjalan standar atau bekerja ala kadarnya. Apalagi IPM Kabupaten Probolinggo masih jauh di bawah rata-rata Provinsi Jawa Timur. Tahun depan, sektor Kesehatan dan Pendidikan yang menjadi fokus utama dalam peningkatan IPM ini, dengan tidak meninggalkan sektor yang lain.

Untuk Kesehatan, angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian balita (AKB) menjadi perhatian utama. Di Kabupaten Probolinggo sendiri, angka kematian ibu (AKI) hingga awal Nopember mencapai 23 orang. Angka ini mendekati kematian ibu pada tahun sebelumnya yang mencapai 24 jiwa. Sementara untuk angka kematian anak (AKA), sudah mencapai 218 anak, sedangkan tahun 2014 AKA mencapai 235 anak.

Begitu juga dengan angka buta huruf pada anak usia sekolah dan usia produktif. Angka buta huruf pada 2014 tercatat mencapai 73.679 jiwa. Kemudian, pada 2015 angka tersebut berkurang menjadi 55.599 jiwa.

“Melalui dana APBD 2016, ditarget berkurang sebanyak 4.000 jiwa. Sementara dari APBD Jawa Timur dan APBN masih menunggu juklak,” ujar Bupati wanita pertama di Kabupaten Probolinggo ini.

Ia juga menyinggung erupsi Gunung Bromo yang sangat berdampak terutama bagi warga Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura. “Semoga cepat berahkhir, sehingga roda perekonomian yang terganggu berangsur pulih,” pungkasnya. (saw/fyd/sob)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »