Gempa Tremor asap kelabu Gunung Bromo menyebar

Probolinggo (wartaonlie.co.id) 20/12

Aktivitas gunung Bromo terus mengeluarkan asap, tensi vulkanik Gunung Bromo terus menigkat. Dari laporan terakhir yang disampaikan PVMBG (Pusat Vulkanologi Mitigasi dan Bencana Geologi) kepada Balai Besar TNBTS (Taman Nasional Bromo Tengger Semeru) selaku pemangku kawasan, penurunan kegiatan dapur magma gunung dengan ketinggian 2.329 meter diatas permukaan laut (mdpl) itu bisa terpantau dari penurunan kegempaan tremor yang tercatat secara seismik. 

DR Ir Ayu Dewi Utari, Msi Kepala Balai Besar TNBTS kepada Sentral FM, Minggu (20/12/2015), mengabarkan jika dari pantauan vulkanologi pada pukul 00.00 sampai 06.00 WIB hari ini, gempa tremor Gunung Bromo berada di amplitudo 3 mm sampai 27 mm dan dominan pada 9 mm. 

“Dan hari ini terjadi perubahan, dimana asap kelabu sedang-tebal dengan tekanan sedang-kuat, dan tinggi asap berkisar 900 meter dari puncak kawah (mdpk) atau 3.229 meter diatas permukaan laut (mdpl) mengarah ke timur,” katanya.

Kondisi ini terpantau baik karena secara visual, cuaca Gunung Bromo cerah-mendung, angin tenang, dengan suhu berkisar antara 12 sampai 13 derajat celcius. “Sehingga aktivitas vulkanik Gunung Bromo tampak jelas meski berkabut,” paparnya

Terpantau juga, terjadi hujan gerimis dengan skala 0.9 mm dan 
hujan abu tipis-sedang di sekitar pos PGA Bromo. 

Sedangkan dari pantauan Sabtu (19/12/2015) pukul 18.00 sampai 24.00 WIB, PVMBG melaporkan gempa tremor Gunung Bromo berada di amplitudo 3 mm sampai 28 mm dan dominan pada 9 mm. 

“Secara visual cuaca dilaporkan mendung, angin tenang, suhu berkisar antara 12 sampai 14 derajat celcius. Sehingga Gunung Bromo tampak tidak teramati. Hujan abu tipis-sedang masih terjadi di sekitaran pos PGA,” tuturnya. 

Data laporan ini, menunjukkan penurunan signifikan dari laporan yang disampaikan PVMBG pada hari Sabtu (19/12/2015) pukul 06.00 sampai 12.00 WIB. Dimana, kegempaan tremor lebih tinggi dengan amplitudo 3 mm sampai 31 mm dan dominan pada 10 mm. 

Secara visual cuaca tetap cerah-mendung, angin tenang-sedang, suhu berkisar antara 12 sampai 19 derajat celcius. “Gunung Bromo tampak jelas meski berkabut. Asap kelabu terpantau sedang-tebal dengan tekanan sedang-kuat, dan ketinggian asap sekitar 900 meter dari puncak kawah (mdpk) atau 3.229 meter diatas permukaan laut (mdpl) ke timur laut.

Hujan abu dilaporkan masih terjadi tipis-sedang di sekitar pos PGA. Dan kesimpulan PVMBG, status vulkanik Gunung Bromo tetap Siaga (level III). Dengan kondisi ini, Balai Besar TNBTS tetap memberlakukan rekomendasi sama. 

“Kawasan Kaldera yang meliputi lautan pasir, kawah dan savana tetap ditutup total sampai batas waktu tidak ditentukan. Namun wisatawan masih diperkenankan melihat panorama spesial Bromo ini dari spot-spot yang diijinkan. Diantaranya di Mantigen, Bukit Cinta, Bukit Setya dan Gunung Pananjakan,” kata Ayu Dewi Utari. (her/rst/sob)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »