CAFE GRESEE OLD DITUTUP PAKSA KARENA MENEMPATI ASET PN GRESIK

Gresik (wartaonline.co.id) 23/12

Cafe Gresee old yang menempati rumah dinas Kepala Pengadilan Negri di Jalan Basuki Rahmat Gresik ditutup paksa. Penutupan itu dilakukan karena pemilik cafe, Frizal tidak memiliki izin untuk menempati.

Selain tidak memiliki izin, Frizal juga terancam dipidanakan karena yang bersangkutan berani merubah bentuk aslinya rumah dinas yang merupakan aset Pengadilan Negri Gresik menjadi cafe.

“Saya masuk ke rumah dinas itu tanpa ada izin dari orang PN Gresik. Saya masuk sendiri dan merubah menjadi café,” akunya kepada wartawan, Selasa (22/12/2015).

Pengakuan Frizal itu dinilai aneh. Sebab, kecil kemungkinan Frizal berani menempati aset PN yang sempat dipakai oleh Wakil Ketua PN Gresik. Ditambah lagi, ada perubahan kontruksi di beberapa bagian. Bahkan, merubah ornamen dinding rumah dinas dengan coretan-coretan kata yang acak supaya indah dipandang mata. Ditambah lagi, dirinya mengaku tidak menyewa seharga Rp 70 juta selama 4 tahun dan langsung menempati rumah aset PN Gresik tersebut.

“Saya memang mengajukan surat permohonan sewa ke PN Gresik. Tapi belum dikasih jawaban. Lantas saya langsung menempati, karena saya menilai sambil mengurus ke Kantor Perbendaraan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) dan saya tempati dengan merubahnya menjadi cafe,” jelasnya.

Secara terpisah, Humas Pengadilan Negeri (PN) Gresik, I Putu Gede Astawa mengatakan, instansinya memang tidak menyewakan rumah tersebut. Prihal surat yang masuk dari penyewa pada tanggal 11 April 2015 itu bukan kewenangan kami. Sebab, yang berhak mengaturnya adalah Kantor Perbendarahaan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL).

“Jadi tidak benar kalau ada seea menyewa dengan biaya sewa sebesar Rp 70 juta,” ujarnya.

Diakui I Putu Gede Astawa, memang rumah dinas di Jalan Basuki Rahmad Gresik itu tidak terpakai selama tiga tahun. Akibatnya, banyak terjadi kerusakan di dalamnya. disisi lain, PN Gresik tidak ada dana untuk melakukan perbaikan.

“Kami sudah melakukan klarifikasi ke penyewa, ternyata penyewa tidak menyebut oknum PN Gresik. Sehingga, pihaknya tidak perlu mengungkap atas kemungkinan keterlibatan oknum PN Gresik. Kendati demikian, pemilik cafe terancam dipidanakan karena menempati tanpa sepengetahuan pemilik,” pungkasnya.(ren/sob)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »